ADVERTISEMENT
KORAN MANDALA – Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani (FK Unjani) menggelar “Emergency Response and disaster International Jamboree 2026 Unjani medical faculty Urban Disaster Risks mitigation Plans” Pada 24–25 Agustus 2026.
Dekan FK Unjani, dr. Iis Inayati, mengatakan jambore internasional tersebut merupakan acara puncak dari rangkaian Ulang tahun FK Unjani. Sebelumnya, pihaknya telah menggelar seminar internasional, berbagai workshop, serta Pekan Ilmiah Tahunan. Sekaligus implementasi visi fakultas dalam bidang kedaruratan dan manajemen bencana.
”Jambore Internasional ini merupakan acara puncak ulang tahun Fakultas Kedokteran Unjani, yang sebenarnya merupakan rangkaian dari kegiatan-kegiatan sebelumnya. Jadi beberapa hari yang lalu kita sudah menyelenggarakan seminar internasional, kemudian ada workshop-workshop, dan juga ada Pekan Ilmiah Tahunan,” ujar Iis Senin (24/8/2026)
Menurutnya, kegiatan yang mengusung tema Urban Disaster Risks Mitigation Plans tersebut menjadi salah satu agenda penting karena sejalan dengan visi FK Unjani yang menitikberatkan pada kedaruratan dan manajemen bencana.
”Jambore ini mendukung visi kita terkait dengan kedaruratan dan manajemen bencana. Ini merupakan kegiatan lomba, bagaimana satu tim itu bisa menangani bencana dalam bentuk simulasi, dimulai dari penanganan di lapangan sampai kemudian dibawa ke rumah sakit. Jadi kami sudah siapkan simulasi rumah sakitnya juga,” katanya.
Iis menyebut kegiatan tersebut diikuti peserta dari sejumlah perguruan tinggi di Indonesia serta satu peserta dari Prancis. Peserta dalam negeri di antaranya berasal dari Unhas, Unpad, Unisba dan universitas lainnya dari berbagai daerah di Indonesia serta sejumlah kelompok yang bergerak dalam penanganan kegawatdaruratan seperti PSC Siaga Cepat dan KSR.
Ia menilai pembekalan mengenai kebencanaan penting diberikan kepada calon dokter karena bencana dapat terjadi kapan saja dan membutuhkan kesiapan yang tidak hanya berkaitan dengan penanganan medis.
”Di sinilah FK Unjani mempunyai peran untuk bisa membekali mereka supaya pada saat bencana datang kita sudah siap siaga dan dengan materi yang tepat bisa menangani bencana dengan baik,” ujarnya.
Menurutnya, keterbatasan pengetahuan dan keterampilan dapat membuat masyarakat maupun relawan gagap ketika bencana terjadi. Karena itu, FK Unjani berupaya memberikan pembekalan agar penanganan bencana dapat dilakukan secara tepat, terencana, dan menyeluruh.
“Bencana itu bukan hanya tentang mengobati yang luka, tetapi bagaimana kita bisa menyiapkan logistik dan berbagai kebutuhan yang ada di sana, sehingga pada saat bencana datang semua sudah siap dengan apa yang harus dilakukan.” Katanya
Dalam kegiatan tersebut, FK Unjani juga menghadirkan sejumlah narasumber dan juri yang memiliki keahlian di bidang kebencanaan. Selain dari BNPB, terdapat pakar dari sejumlah wilayah di Indonesia serta Malaysia.

Iis menambahkan, kolaborasi antara akademisi dan praktisi menjadi hal penting dalam penanganan bencana. Menurutnya, pengalaman praktisi di lapangan perlu dipadukan dengan pengetahuan akademik agar penanganan dapat berjalan sesuai prosedur.
”Kolaborasi antara akademisi dan praktisi itu harus terjalin dengan baik, sehingga nanti pada saat pelaksanaan semuanya memang sesuai dengan yang seharusnya,” tuturnya.
Ia menjelaskan, pembekalan mengenai mitigasi bencana telah dilakukan sebelumnya. Sementara rangkaian kegiatan pada 24 Agustus difokuskan pada implementasi melalui simulasi penanganan bencana yang kemudian dilombakan antar tim.
”Pembekalan untuk mitigasi dan sebagainya sudah dilakukan kemarin. Nah, hari ini adalah implementasi untuk melihat bagaimana mereka bisa melakukan simulasi penanganan bencana. Dan itu dilombakan dengan hadiah-hadiah yang tentu saja menarik,” ucapnya.
Jambore internasional tersebut merupakan pelaksanaan yang keempat sejak FK Unjani mencanangkan visi manajemen bencana. Sebelumnya, fokus fakultas lebih banyak pada aspek kedaruratan. Sementara Pekan Ilmiah Tahunan FK Unjani telah memasuki pelaksanaan ke-16.
Iis mengatakan materi mengenai kebencanaan juga menjadi bagian dari pengembangan kompetensi mahasiswa FK Unjani. Materi tersebut dikembangkan melampaui Standar Nasional Kompetensi Indonesia karena menjadi salah satu keunggulan dan muatan lokal fakultas.
”Ini adalah eskalasi atau ilmu yang kemudian kita tingkatkan dibandingkan dengan Standar Nasional Kompetensi Indonesia, karena ini adalah unggulan kita,” katanya.
Ia menegaskan, penguatan visi tersebut juga berkaitan dengan proses akreditasi fakultas karena visi yang dimiliki harus dapat diimplementasikan dalam proses pendidikan.
”Sangat mempengaruhi. Bagaimana kita mempunyai visi yang diimplementasikan di dalam kurikulum. Ini memang di luar kurikulum, tetapi ini justru menjadi poin” pungkasnya.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






