Daerah

Holding BUMD Jabar Disiapkan, Pengamat Wanti-Wanti ada Kepentingan Politik

KORAN MANDALA – Rencana pembentukan holding BUMD Jawa Barat melalui PT Sangga Buana dinilai tidak lepas dari tantangan politik.
‎
‎Pengamat Politik Universitas Pasundan (Unpas), Fahmy Iswahyudi, mengingatkan agar perusahaan yang nantinya menaungi sejumlah BUMD tersebut tidak menjadi ruang bagi kepentingan politik dalam penentuan pengelolaan maupun sumber daya manusianya.
‎
‎Fahmy mengatakan, aspek politik perlu menjadi perhatian karena pengelolaan BUMD selama ini dinilai rentan dengan nuansa politis. Terlebih, pembentukan Sangga Buana akan menyatukan sejumlah perusahaan daerah dalam satu struktur holding.
‎
‎“Menurut saya pola pengelolaan BUMD ini kan sangat rentan dengan nuansa politis,” kata Fahmy saat dihubungi, Minggu (23/8/2026).
‎
‎Menurut Fahmy, persoalan tersebut semakin penting diperhatikan karena sebelumnya muncul kritik terkait penempatan sejumlah eks tim sukses di jajaran tertinggi BUMD.
‎
‎“Bahkan KDM kan belakangan ini dikritisi karena menempatkan sejumlah eks tim sukses di jajaran tertinggi BUMD begitu,” ujarnya.
‎
‎Karena itu, Fahmy meminta pembentukan Sangga Buana tidak dilakukan secara terburu-buru. Ia menilai Pemprov Jabar perlu memastikan terlebih dahulu bahwa holding tersebut memiliki kajian akademik yang kuat serta dikelola oleh tenaga profesional.
‎
‎“Saya kira Sangga Buana juga harus belajar, dari apa yang dilakukan oleh Danantara. Jadi alih-alih terburu-buru begitu ya untuk menyusun instrumen keuangan karena dana dari pusat berkurang, barangkali lebih baik untuk menyusun kajian akademik yang komprehensif. Kemudian juga melibatkan partisipasi masyarakat luas, terutama misalnya DPRD begitu ya,” tuturnya.
‎
‎Fahmy menjelaskan, secara konsep, Sangga Buana bukan merupakan model yang sepenuhnya baru. Di tingkat nasional, pemerintah telah memperkenalkan Danantara sebagai holding BUMN.
‎
‎“Saya kira lagi-lagi begitu kan harus dimulai dari  cara pandang bahwa rencana penyusunan Sangga Buana juga sebetulnya bukan form model yang sepenuhnya baru begitu ya. Di level nasional kan kita baru saja diperkenalkan dengan konsep Danantara begitu, holding BUMN,” katanya.
‎
‎Di sisi lain, Fahmy melihat pembentukan instrumen keuangan daerah seperti Sangga Buana juga berkaitan dengan kondisi fiskal pemerintah daerah. Berkurangnya dana transfer dari pemerintah pusat membuat daerah dituntut mencari sumber pendanaan lain di luar Pendapatan Asli Daerah (PAD).
‎
‎“Jadi Pemprov, Pemda itu hari ini saya kira berlomba-lomba untuk kreatif menyusun instrumen keuangan di luar PAD. Jadi biar punya tambahan lah begitu  untuk menutupi kebutuhan, begitu ya. Saya kira itu konsekuensi dari tadi pola pembangunan ekonomi yang sentralistik atau resentralisasi kalau bahasa akademiknya,” ungkapnya.
‎
‎Namun, kebutuhan mencari sumber pendanaan menurut Fahmy tidak boleh mengesampingkan profesionalitas. Ia khawatir apabila Sangga Buana dibentuk dengan pola pengelolaan yang sama seperti BUMD sebelumnya, keberadaan holding tersebut justru tidak memberikan perubahan signifikan.
‎
‎“Jangan sampai misalnya Sangga Buana dibuat, tapi pendekatan apa bisnisnya masih kayak BUMD-BUMD lama ya. Artinya kan itu hanya buang-buang apa anggaran dan tenaga saja,” tegasnya.
‎
‎Fahmy menekankan, Sangga Buana harus memiliki tata kelola yang profesional serta didukung sumber daya manusia yang kompeten agar tidak mudah dipengaruhi kepentingan politik.
‎
‎“Jadi perlu dicermati, saya kira pertama itu tadi ini bukan konsep baru, kedua tapi perlu diperhatikan betul soal profesionalitas, pengelolaan, tata kelola, SDM-nya, dan segala macam. Karena berkaca dari yang sudah-sudah kan ya tidak efektif juga sebetulnya untuk mendorong tadi ya peningkatan kualitas bisnis Badan Usaha Milik Daerah atau milik negara misalnya dalam tempo yang instan,” pungkasnya.

KoranMandala.com

Published by

Recent Posts

Bed RSUD Garut Baru 1.183, Kebutuhan Ideal 2.900

KORAN MANDALA – Kapasitas pelayanan rumah sakit di Kabupaten Garut masih menghadapi tantangan besar. Dengan jumlah…

1 jam ago

Area Bermain Keropos dan Wastafel Kering, Fasilitas Taman Cempaka Dikeluhkan pengunjung

KORAN MANDALA – Sejumlah fasilitas di Taman Cempaka atau Taman Fotografi, Jalan Taman Cempaka, Kelurahan…

2 jam ago

Hendak ke Masjid, Motor Warga Malangbong Raib Dicuri

KORAN MANDALA –Niat berangkat ke masjid pada Minggu dini hari (18/10/2026) justru membuat seorang warga…

3 jam ago

Kabar Gembira Persib! Notsuda Kirim Sinyal Comeback

KORAN MANDALA – Persib Bandung mulai mendapat angin segar terkait kondisi gelandang asingnya, Gakuto Notsuda. Setelah…

4 jam ago

Berdiri Sejak 1881, Ponpes Sukamiskin Jadi Saksi Panjang Sejarah Santri di Kota Bandung

KORAN MANDALA –Pondok Pesantren Sukamiskin di Jalan A.H. Nasution Nomor 128, Kota Bandung, menyimpan perjalanan…

5 jam ago

Polresta Batang Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Kekerasan terhadap Rombongan Persib U-18

KORAN MANDALA – Penanganan kasus kekerasan, perusakan bus, dan pencurian yang menimpa rombongan Persib U-18 di…

6 jam ago