KORAN MANDALA –Kejuaraan Daerah (Kejurda) Piala Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat 2026 menjadi ajang pembinaan dan kompetisi futsal antarkabupaten/kota sekaligus membuka peluang pengembangan sport tourism di Jawa Barat.
Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Buki Wibawa, mengatakan Jawa Barat memiliki potensi besar dalam olahraga futsal. Bahkan, menurutnya, perkembangan futsal di Jawa Barat dapat menjadi barometer pembinaan futsal di tingkat nasional.
“Saya memberikan semangat dan mendukung kegiatan ini karena futsal di Jawa Barat sudah sangat menonjol di Indonesia. Bahkan, bisa dijadikan barometer futsal di Indonesia,” kata Buki, Kamis (20/8/2026).
Tak Harus ke Gym, Tempat Lari dan Olahraga di Bandung Ini Bisa untuk Tetap Menjaga Kebugaran
Buki mengapresiasi penyelenggaraan Kejurda 2026 yang berlangsung di Kabupaten Garut. Menurutnya, Garut memiliki modal kuat untuk mengembangkan konsep sport tourism karena ditopang potensi pariwisata dan prestasi olahraga.
“Pelaksanaannya di Garut saya senang karena saya Asgar. Garut punya potensi, apalagi juara bertahan juga dari Garut. Saya tahu persis Garut merupakan daerah pariwisata, sehingga kita bisa mengembangkan sport tourism melalui futsal,” ujarnya.
Ia menilai penyelenggaraan kejuaraan olahraga juga dapat dikolaborasikan dengan seni dan budaya lokal. Dengan demikian, event olahraga tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada masyarakat yang lebih luas.
Buki mencontohkan kesenian tradisional Lais yang ditampilkan dalam kegiatan tersebut. Ia berharap kesenian khas Garut lainnya, seperti Surak Ibra, juga dapat terus diperkenalkan melalui berbagai kegiatan.
“Tadi kita lihat pertunjukan Lais. Ke depan mungkin ada Surak Ibra. Produk warisan budaya Garut itu harus kita tonjolkan dan diperkenalkan. Lais merupakan salah satu kesenian tradisional khas Garut,” katanya.
Menurut Buki, potensi pariwisata Garut, mulai dari kawasan pegunungan, pantai hingga wisata pemandian air panas, dapat menjadi daya tarik tambahan bagi penyelenggaraan event olahraga.
“Garut juga sangat terkenal dengan Cipanas dan lokasinya dekat dengan Bandung. Potensi wisata harus terus kita tingkatkan, begitu juga dengan olahraganya,” ujarnya.
Peluang Atlet Menuju Profesional
Kejurda Piala Ketua DPRD Jabar 2026 juga dinilai menjadi kesempatan bagi para atlet untuk menunjukkan kemampuan. Buki menyebut ajang tersebut turut dipantau oleh pihak klub futsal profesional sehingga dapat menjadi pintu bagi atlet berbakat untuk melanjutkan karier ke level profesional.
“Di sini juga hadir presiden klub profesional yang pasti memantau bakat-bakat. Yang bagus pasti bisa diambil menjadi pemain profesional. Ini juga untuk persiapan PON ke depan. Jadi, adik-adik harus serius mengikuti turnamen ini,” katanya.
Ia meminta para pemain tampil maksimal karena kejuaraan tersebut menjadi salah satu kesempatan untuk mendapat perhatian dari pencari bakat.
“Tunjukkan kemampuan secara maksimal karena dipantau oleh pemandu bakat futsal, terutama dari klub profesional,” tambahnya.
Dorong Ekosistem Ekonomi Daerah
Selain pembinaan atlet, Buki menilai event olahraga dapat menjadi penggerak ekonomi daerah apabila dikolaborasikan dengan sektor pariwisata, seni, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Ia menegaskan dukungan terhadap kegiatan tersebut diharapkan tidak bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), tetapi dapat dikembangkan melalui kolaborasi berbagai sektor.
“Bentuk dukungan anggaran bisa kita cari, yang penting tidak menggunakan APBD. Dukungan dari sektor pariwisata nanti kita kembangkan. Artinya, Garut sudah ada tanda-tandanya. Olahraga bisa disatukan dengan kepariwisataan dan pertunjukan seni tradisi,” tuturnya.
Menurutnya, kolaborasi tersebut perlu ditata sejak awal agar berbagai potensi yang dimiliki Garut dapat berkembang secara beriringan.
“Saya kira ini harus ditata dari sekarang. Semua potensi kita kolaborasikan. Semangatnya ada di sana. Olahraga kita kembangkan, kesenian juga kita kembangkan, objek pariwisata kita kembangkan, lalu dijadikan satu kesatuan sehingga bisa melahirkan dan menciptakan ekosistem perekonomian, terutama di Kabupaten Garut,” jelas Buki.
Ia menambahkan, keterlibatan UMKM juga menjadi bagian penting dari pengembangan event olahraga berbasis pariwisata.
“UMKM juga bisa berkembang dan ikut terlibat. Ke depan saya kira harus dikembangkan. Kami dari DPRD pasti mendukung dan mendorong pemerintah eksekutif agar membuat program-program seperti ini,” katanya.
Sementara itu, Ketua Asosiasi Futsal Provinsi Jawa Barat, Herman, mengatakan Kejurda Piala Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat 2026 merupakan penyelenggaraan yang ke-10.
Kejurda tahun ini diikuti 25 kabupaten/kota dengan total 38 tim, terdiri atas 20 tim futsal putra dan 18 tim futsal putri. Kompetisi berlangsung pada 20–27 Agustus 2026.
