KORAN MANDALA –Trotoar di simpang empat Jalan Naripan, Kota Bandung, kembali menunjukkan wajah yang jauh dari ideal. Di tengah kawasan yang menjadi salah satu jalur aktivitas warga, kerusakan trotoar, kabel bekas yang menggulung, hingga bagian jalur pedestrian yang terbuka masih terlihat di lapangan.
Pantauan dilapangan, Rabu (19/8/2026), menunjukkan sejumlah kabel berwarna hitam menumpuk di sisi trotoar. Sebagian kabel tampak menggulung dan tidak tertata, sementara beberapa bagian jalur pedestrian terlihat rusak dan terdapat bagian yang terbuka.
Kondisi tersebut bukan sekadar persoalan estetika. Trotoar yang semestinya menjadi ruang aman bagi pejalan kaki justru berpotensi menjadi titik rawan ketika jalurnya terhalang kabel dan mengalami kerusakan.
ADVERTISEMENT
Pohon Dikuliti di Jalan Pahlawan, Pemkot Bandung Kembali Kecolongan: Pengawasan Dipertanyakan
Sejumlah warga pun meminta kondisi tersebut segera dibenahi. Mereka menilai pembiaran terhadap fasilitas pedestrian dapat mengganggu kenyamanan sekaligus meningkatkan risiko kecelakaan bagi pengguna jalan, terutama pejalan kaki.
Salah seorang warga, Dadi Hidayat, mengatakan kondisi lingkungan di sekitar lokasi seharusnya segera ditata agar tidak menimbulkan kesan kumuh.
“Bagusnya semua dibenerin, biar kelihatan rapi dan enak dipandang,” ujar Dadi.
Menurut Dadi, kerusakan trotoar dan kondisi lingkungan yang tidak tertata cukup mengganggu aktivitas masyarakat yang melintas.
“Ya mengganggu sih. Bagusnya cepat-cepat dibenerin, biar kelihatan enak, tidak kelihatan kumuh,” katanya.
Keluhan serupa disampaikan warga lainnya, Panana Suryana (50). Ia menyoroti kabel yang menurutnya telah berada di kawasan tersebut selama sekitar dua bulan.
Panana mempertanyakan penanganan terhadap kabel dan bagian fasilitas pedestrian yang belum tertata. Menurutnya, jika pekerjaan belum selesai, area yang berpotensi membahayakan semestinya diamankan terlebih dahulu.
“Kalau belum beres harusnya ditutupin. Kabelnya, tutup bak kontrolnya, karena itu membahayakan,” kata Panana.
Ia juga menyebut pernah terjadi insiden warga menabrak portal di sekitar kawasan tersebut. Sementara kondisi trotoar, menurutnya, sudah cukup lama belum mendapat perbaikan menyeluruh.
“Trotoarnya sudah lama enggak diperbaiki. Yang ditambal baru sampai sini, belum ke jalur Naripan,” ujarnya.
Masalah tersebut menjadi lebih serius ketika fasilitas pedestrian tidak dapat digunakan secara optimal. Panana menilai kondisi trotoar dan kabel yang menghalangi jalur berjalan dapat menyulitkan berbagai kelompok masyarakat, termasuk penyandang disabilitas dan tunanetra.
“Pasti bahaya, jalannya enggak bisa dilewatin. Apalagi yang ada kabelnya, kadang suka ngeliling ke jalan raya,” katanya.
Jika jalur pedestrian tidak dapat digunakan, pejalan kaki berpotensi harus mengambil ruang yang lebih dekat dengan kendaraan. Situasi itu tentu menimbulkan pertanyaan mengenai keamanan dan kenyamanan fasilitas publik di kawasan tersebut.
Panana pun meminta pihak terkait tidak hanya mengandalkan laporan, tetapi melakukan pemeriksaan langsung secara berkala. Menurut dia, kondisi di lapangan kerap berbeda dengan apa yang terlihat dari laporan administratif.
“Harusnya pihak terkait kontrol ke lapangan, soalnya di lapangan beda lagi,” ucapnya.
Kondisi di simpang empat Jalan Naripan tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi pengelola maupun instansi terkait. Trotoar bukan sekadar pelengkap jalan, melainkan fasilitas publik yang seharusnya menjamin keselamatan pejalan kaki.
Warga berharap kerusakan trotoar, kabel yang berserakan, serta bagian fasilitas pedestrian yang belum tertata segera ditangani secara menyeluruh. Mereka tidak ingin perbaikan hanya bersifat tambal sulam, sementara persoalan kembali muncul setelah pekerjaan selesai.
(Wistia Adi Nurahman & Supyan Al Ansori)
KORAN MANDALA – Aksi unjuk rasa memperingati dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil…
KORAN MANDALA – Dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka…
KORAN MANDALA – Aksi premanisme dan pemerasan yang sempat meresahkan pengguna jalan serta viral di…
KORAN MANDALA – Ratusan massa dari berbagai elemen mahasiswa, komunitas, dan warga menggelar aksi evaluasi…
KORAN MANDALA – Mahasiswa Universitas Pasundan (Unpas) memberikan rapor merah terhadap dua tahun kepemimpinan Presiden…
KORAN MANDALA –Kabar duka datang dari Qatar. Rasem binti Salim, pekerja migran asal Kampung Cibendasari,…