ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM –Tumpukan sampah yang menggunung di Tempat Penampungan Sementara (TPS) Pasar Cikutra, Jalan Cikutra, Kota Bandung, kembali menjadi sorotan.
Kondisi yang disebut telah berlangsung selama puluhan tahun itu dinilai mencerminkan belum tuntasnya penanganan persoalan sampah di kawasan tersebut.
Selain menimbulkan bau menyengat, volume sampah yang terus bertambah juga meluber hingga mendekati badan jalan. Akibatnya, aktivitas pedagang, warga, dan pengguna jalan terganggu, terutama saat musim hujan.
ADVERTISEMENT
Aktivasi TPPAS Legok Nangka Dikebut, Kota Bandung Siapkan Transisi Pengelolaan Sampah hingga 2029
Berdasarkan pantauan di lokasi pada Senin (3/8), tumpukan sampah terlihat menggunung dan memenuhi area TPS. Bau tidak sedap tercium dari kejauhan, sementara kendaraan tetap melintas di ruas jalan yang berada tepat di samping lokasi penampungan.
Ahmad Yusuf, warga sekitar, mengatakan kondisi tersebut bukan persoalan baru. Menurutnya, penumpukan sampah telah terjadi sejak dekade 1990-an dan hingga kini belum menunjukkan perubahan yang berarti.
“Sampah ini sudah menumpuk sejak tahun 90-an, setiap hari seperti ini. Dampaknya kalau hujan ya jadi bau, habis gimana lagi sudah enggak ada tempat lagi,” ujar Ahmad.
Ia menilai pemerintah perlu menghadirkan solusi yang lebih konkret, bukan sekadar mengangkut sampah secara berkala. Salah satunya dengan menyediakan lokasi penampungan yang lebih memadai agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat maupun kelancaran arus lalu lintas.
“Harapan saya kalau bisa dipindahin ke tempat yang lebih nyaman, biar enggak mengganggu aktivitas warga, enggak bikin macet ke jalan, dan enggak bikin bau,” katanya.
Keluhan serupa disampaikan Dodo, pedagang yang setiap hari berjualan di sekitar TPS. Ia mengaku tumpukan sampah kerap meluas hingga ke badan jalan ketika volume sampah meningkat.
“Kalau lagi numpuk udah sampai ke jalan. Kalau hujan sih bau sekali. Karena memang kehujanan, jadi bau, macet,” ujarnya.
Menurut Dodo, persoalan sampah tidak akan selesai jika hanya mengandalkan pengangkutan ke tempat pembuangan akhir. Ia menilai diperlukan sistem pengolahan sampah yang lebih efektif agar volume sampah tidak terus menumpuk di TPS.
“Ya diolahlah. Enggak ada lagi cara lain selain diolah. Kalau enggak diolah, sampah mah tetap kayak gini,” tuturnya.
Hingga kini, warga dan pedagang mengaku masih menunggu langkah nyata pemerintah untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Mereka berharap penanganan sampah di TPS Pasar Cikutra tidak lagi bersifat sementara, melainkan melalui kebijakan yang mampu mengurangi penumpukan sampah secara berkelanjutan sehingga tidak terus mengganggu kesehatan, kenyamanan, dan aktivitas masyarakat.(Supyan al ansory/MG)
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






