KORANMANDALA.COM – Deretan bendera merah putih, umbul-umbul, hingga kain dekorasi mulai menghiasi lapak pedagang musiman di Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung.
Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia. Salah seorang pedagang, Komara Maman (62), mengaku telah lebih dari 15 tahun menjual atribut kemerdekaan di lokasi tersebut setiap menjelang Agustus.
Komara mengatakan seluruh barang dagangannya didatangkan dari sentra produksi bendera di Leles, Kabupaten Garut. Meski belum memasuki puncak musim penjualan, ia bersyukur sudah ada pembeli yang datang setiap hari.
”Udah lebih dari 15 tahun, tiap tahun aja jualan di sini. Barangnya belanja dari Leles, Garut. Sekarang mah belum ramai, tapi Alhamdulillah tiap hari juga ada yang belanja,” kata Komara saat ditemui di lapaknya Kamis ( 30/7/2026)
Ia menjelaskan, dalam sehari rata-rata mampu menjual sekitar lima bendera dengan berbagai ukuran. Selain bendera merah putih, dirinya juga menyediakan umbul-umbul dan kain dekorasi atau background untuk memeriahkan perayaan kemerdekaan dengan harga yang bervariatif
”Sehari paling lima bendera yang terjual, berbagai ukuran. Yang kecil harganya sekitar Rp20.000 ribu sampai Rp25.000 ribu, yang ukuran lebih besar Rp40.000 ribu sampai Rp50.000 ribu, sedangkan yang paling besar sampai Rp100.000 ribu. Kalau umbul-umbul dua meter Rp15.000 ribu,” ujarnya.
Menurut Komara, penjualan biasanya mulai meningkat memasuki pertengahan Agustus, terutama sekitar 10 Agustus, ketika masyarakat mulai memasang atribut kemerdekaan di lingkungan rumah maupun perkantoran.
”Ramainya biasanya mulai tanggal 10 Agustus. Saat itu pembeli sudah banyak dan stok mulai cepat habis,” ucapnya.
Meski optimistis penjualan akan meningkat, Komara mengakui kondisi tahun ini belum sebaik tahun lalu. Ia menilai jumlah pembeli pada periode yang sama masih lebih sedikit, meskipun beberapa hari terakhir mulai menunjukkan peningkatan.
”Bagusan tahun kemarin. Tahun ini mah belum seramai dulu. Tapi minggu kemarin lumayan, umbul-umbul laku sampai dua kodi,” tuturnya.
Di luar musim penjualan atribut kemerdekaan, Komara sehari-hari berjualan kaus kaki dan sol sepatu. Ia mengaku telah menjalani usaha tersebut lebih dari 20 tahun. Sementara itu, penjualan bendera merah putih menjadi usaha musiman yang mampu memberikan keuntungan sekitar 50 persen.
”Alhamdulillah keuntungannya separonya. Mudah-mudahan habis semuanya,” pungkasnya.
Seorang pembeli, Andre (33), mengaku sengaja membeli bendera merah putih langsung di lapak pedagang karena lebih yakin dengan kualitas dan ukurannya dibandingkan membeli secara daring.
”Kalau beli di online memang kadang lebih murah, tapi sering tidak sesuai ukuran atau ekspektasi. Kalau datang langsung ke sini kan kita bisa lihat bahannya, ukurannya juga jelas, jadi lebih puas,” ujar Andre.

Pedagang musiman Komara maman menjajakan bendera Merah Putih jelang HUT ke-81 RI. (Sarah/Koran Mandala)
Dapatkan berita informasi seputar kota Bandung dan berita terbaru menarik lainnya di Google News. Ikuti Media Sosial KORAN MANDALA untuk update berita pilihan dan breaking news setiap hari.