ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM –Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memperketat pengamanan menyusul meningkatnya perhatian terhadap kasus kriminalitas di kawasan Bandung Raya. Patroli gabungan akan digelar secara intensif pada malam hingga dini hari, didukung pengawasan 24 jam melalui Command Center dan pelibatan masyarakat untuk menjaga keamanan lingkungan.
Kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut rapat koordinasi yang dipimpin Gubernur Jawa Barat bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) se-Bandung Raya.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan data yang dipaparkan dalam rapat menunjukkan tindak kriminal, mulai dari pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan (begal), hingga kejahatan jalanan lainnya, tersebar di berbagai wilayah Bandung Raya, termasuk kawasan perbatasan antardaerah.
ADVERTISEMENT
Reaktivasi Bandara Husein Agustus 2026, Pemkot Bandung Percepat Penataan Infrastruktur dan Kawasan
“Karena masyarakat melihat Bandung Raya sebagai satu kawasan, maka penanganannya juga harus dilakukan secara bersama-sama,” kata Farhan.
Sebagai langkah konkret, Pemkot Bandung akan memperkuat patroli gabungan bersama kepolisian di sejumlah kawasan yang dinilai rawan. Di saat bersamaan, sistem pengawasan melalui Command Center Kota Bandung akan kembali dioperasikan secara penuh selama 24 jam.
Farhan menjelaskan, Kota Bandung memiliki dua Command Center yang dikelola Dinas Perhubungan dan Dinas Komunikasi dan Informatika. Kedua fasilitas tersebut akan kembali dilengkapi perangkat pengeras suara agar petugas dapat memberikan peringatan secara langsung kepada masyarakat ketika terdeteksi potensi gangguan keamanan di ruang publik.
“Petugas di Command Center maupun Dishub akan kembali bersiaga selama 24 jam untuk mendukung pengawasan dan respons cepat terhadap berbagai laporan masyarakat,” ujarnya.
Patroli gabungan akan difokuskan di sejumlah titik yang selama ini menjadi perhatian, terutama kawasan perbatasan dan ruang publik yang kerap ramai pada malam hari. Lokasi tersebut meliputi Jalan Soekarno-Hatta–AH Nasution, Taman Maluku, Taman Lansia, Taman Cibeunying, Alun-alun Regol, hingga Alun-alun Cicendo.
Patroli akan dilaksanakan secara rutin mulai malam hingga dini hari sebagai langkah preventif untuk menekan peluang terjadinya aksi kriminal.
Selain memperkuat pengamanan di lapangan, Pemkot Bandung juga menitikberatkan upaya pencegahan melalui keluarga, sekolah, dan masyarakat. Salah satunya dengan kembali menerapkan kebijakan jam malam bagi pelajar serta mendorong keterlibatan orang tua dalam mengawasi aktivitas anak di luar rumah.
Farhan menegaskan kebijakan tersebut bukan untuk memberi stigma kepada pelajar sebagai pelaku kejahatan, melainkan sebagai langkah perlindungan agar mereka tidak menjadi korban maupun terlibat dalam tindak kriminal.
“Kita ingin mencegah sejak dini agar anak-anak tidak terpengaruh lingkungan yang berpotensi membawa mereka pada tindakan kriminal ataupun menjadi korban,” katanya.
Di sisi lain, Pemkot Bandung juga akan menghidupkan kembali konsep community policing melalui penguatan gerakan “Warga Jaga Warga, Warga Jaga Kota“ atau siskamling. Menurut Farhan, keterlibatan aktif masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga keamanan lingkungan, terutama di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap kejahatan jalanan.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi, terutama berbagai konten viral mengenai kriminalitas di media sosial yang berpotensi memicu kepanikan.
“Hal yang paling penting sekarang adalah menjaga ketenangan masyarakat. Jangan sampai informasi yang belum jelas justru memperbesar keresahan. Mari kita bersama-sama menjaga keamanan Kota Bandung,” tutup Farhan.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






