KORANMANDALA.COM – Anggota DPR RI Komisi VIII, Atalia Praratya, melontarkan kritik terhadap lagu berbahasa Sunda berjudul Lalaki Langit, Lalanang Bejat. Ciptaan Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzeinatau yang akrab disapa Om Zein. Lagu yang dirilis pada Januari 2026 itu menjadi sorotan publik karena liriknya dinilai mengandung stereotip dan narasi yang merendahkan perempuan.
“Jujur, saya tidak habis pikir. Sepositif apa pun saya mencoba memaknai lagu ini, saya tidak menemukan sedikit pun ruang untuk menganggap lirik ini sebagai bentuk penghormatan kepada perempuan,” ujarnya dikutip melalui akun Instagram pribadinya Rabu (1/7/2026)
Ia mempertanyakan alasan dipilihnya narasi tersebut, padahal menurutnya Bahasa Sunda memiliki banyak pilihan kata yang indah dan mampu menyampaikan pesan-pesan kehidupan yang lebih bermakna.
“Dari begitu banyak pilihan kata dalam Bahasa Sunda yang indah, dari begitu banyak pesan yang bisa mengangkat nilai kehidupan, mengapa justru narasi seperti ini yang dipilih?” katanya.
Atalia juga menilai isi lagu tersebut tidak sejalan dengan nilai-nilai budaya Sunda yang menjunjung tinggi sikap saling mengasihi, saling mendidik, saling membimbing, dan saling menghormati.
“Sebodoh apa pun saya memahami Budaya Sunda, saya tahu bahwa Budaya Sunda dibangun di atas nilai silih asih, silih asah, silih asuh, silih wawangi.” Ujarnya
Menurutnya, budaya Sunda tidak pernah mengajarkan masyarakat untuk menjadikan pengalaman biologis perempuan sebagai bahan candaan atau olok-olok.
”Dan saya percaya, Budaya Sunda tidak pernah mengajarkan kita untuk menertawakan beban biologis seorang perempuan.” lanjutnya
Atalia menegaskan, di tengah berbagai upaya melawan budaya patriarki yang merendahkan perempuan, narasi seperti dalam lagu tersebut justru dinilai bertolak belakang, terlebih karena disampaikan oleh seorang kepala daerah.
“Hari ini kita mati-matian melawan budaya patriarki yang merendahkan perempuan. Namun mengapa justru narasi yang sangat patriarkal lahir dari karya seorang kepala daerah?” pungkasnya.
Sebelumnya bupati Purwakarta Om Zein merilis lagu Lalaki Langit Lalanang Bejad pada Januari 2026. Berikut lirik sekaligus terjemahannya:
Nuhun Gusti
Tos nyiptakeun kuring jadi lalaki
cacak mun jadi awewe
es em pe kelas tilu tos karuron tujuh kali
Nuhun Gusti
Tos nyiptakeun kuring jadi lalaki
teu kudu meuli kutang
nu busana leuwih gede batan susu
Nuhun Gusti
Tos nyiptakeun kuring jadi lalaki
teu kudu ngaprak-ngaprak apotek
alaten telat bulan
Nuhun Gusti
Tos nyiptakeun kuring jadi lalaki teu kudu ngalukis halis jeung bulu mata
sakalina ngiceup hese beunta
Lalaki langit
Lalanang bejad
Terjemahan bahasa Indonesia:
Terima kasih Tuhan
Sudah menciptakan aku jadi laki-laki
Andai saja jadi perempuan
SMP kelas tiga sudah keguguran tujuh kali
Terima kasih Tuhan
Sudah menciptakan aku jadi laki-laki
Tidak usah membeli bra
yang busanya lebih besar daripada payudara
Terima kasih Tuhan
Sudah menciptakan aku jadi laki-laki
Tidak usah keluyuran mencari apotek
karena telat bulan (datang bulan)
Terima kasih Tuhan
Sudah menciptakan aku jadi laki-laki
Tidak usah melukis alis dan bulu mata
yang sekali berkedip susah melek.

Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzen
Dapatkan berita informasi seputar kota Bandung dan berita terbaru menarik lainnya di Google News. Ikuti Media Sosial KORAN MANDALA untuk update berita pilihan dan breaking news setiap hari.