KORANMANDALA.COM – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Garut menetapkan kesehatan mental sebagai salah satu fokus utama program kerja tahun 2026.
Komitmen tersebut mengemuka dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) yang digelar di Fave Hotel, Jalan Cimanuk, Tarogong Kidul, Sabtu (27/6/2026).
Rakerda dihadiri pengurus DPD KNPI Garut, 42 Pengurus Kecamatan (PK), organisasi kepemudaan (OKP), serta Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Garut. Forum tersebut menjadi wadah untuk menyusun arah kebijakan dan program kerja organisasi selama satu tahun ke depan.
5 Rekomendasi Tempat Padel di Bandung yang Seru Buat Main Bareng Teman
Ketua DPD KNPI Garut, Agil Sahrijal, mengatakan Rakerda bertujuan menyatukan gagasan dari seluruh unsur organisasi agar program yang dijalankan benar-benar menjawab kebutuhan pemuda di Kabupaten Garut.
“Alhamdulillah rapat kerja hari ini dihadiri oleh seluruh OKP yang bernaung di bawah KNPI, 42 pengurus kecamatan, dan pengurus DPD KNPI Garut. Tujuan kegiatan ini untuk menyatukan ide dan gagasan sehingga lahir rekomendasi program yang akan dilaksanakan selama satu tahun ke depan,” ujar Agil.
Salah satu program unggulan yang akan dijalankan adalah Mental Heart, yakni program yang berfokus pada kesehatan mental generasi muda. KNPI juga berencana mendirikan Rumah Ramah Bercerita, sebuah ruang konsultasi yang menyediakan layanan konselor dan pendampingan psikologis bagi pemuda.
Menurut Agil, persoalan kesehatan mental menjadi isu yang tidak bisa lagi dipandang sebelah mata. Karena itu, KNPI ingin menghadirkan layanan yang mudah diakses agar anak muda memiliki ruang aman untuk menyampaikan persoalan yang mereka hadapi.
“Kami akan berfokus terhadap kesehatan mental para pemuda. Akan ada program Mental Heart dan Rumah Ramah Bercerita agar pemuda di Kabupaten Garut memiliki kesehatan mental yang kuat sehingga mampu mengembangkan potensi secara maksimal dan menjadi pribadi yang produktif,” katanya.
Untuk mendukung program tersebut, KNPI telah menjalin komunikasi dengan sejumlah psikolog dan tenaga kesehatan jiwa. Selain memberikan layanan konseling, organisasi ini juga akan membuka pelatihan bagi masyarakat yang ingin menjadi relawan konselor.
“Kami akan menghadirkan konselor dengan melibatkan psikolog dan tenaga kesehatan jiwa. Ke depan juga akan dibuka pelatihan hingga sertifikasi bagi siapa pun yang ingin menjadi relawan konselor kesehatan mental,” ujarnya.
Agil menegaskan, kesempatan menjadi relawan terbuka bagi seluruh masyarakat tanpa memandang latar belakang pendidikan maupun status sosial.
Selain isu kesehatan mental, KNPI Garut juga memperkenalkan program KNPI Impact, sebuah gerakan yang mengajak pemuda, termasuk yang tidak tergabung dalam kepengurusan KNPI, untuk terlibat sebagai relawan dalam berbagai kegiatan sosial.
Melalui program tersebut, para relawan akan dilibatkan dalam bidang sosial, kesehatan, pemberdayaan UMKM, hingga penanggulangan kebencanaan.
“KNPI Impact terbuka bagi seluruh pemuda Garut. Mereka bisa berkontribusi sebagai relawan di berbagai bidang tanpa harus menjadi pengurus KNPI,” kata Agil.
Dalam kesempatan itu, Agil juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Garut terhadap aktivitas kepemudaan, salah satunya melalui penyediaan Gedung Pemuda sebagai pusat kegiatan organisasi.
Ia berharap dukungan tersebut dapat diperkuat melalui kolaborasi dengan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) agar berbagai program kepemudaan dapat berjalan lebih optimal.
“Harapan kami, pemerintah daerah melalui seluruh SKPD dapat terus bersinergi dengan KNPI sehingga program-program kepemudaan bisa memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” pungkasnya.
