ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM –Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Bandung, Rizal Khairul, menegaskan bahwa penulisan sejarah harus berlandaskan fakta, referensi yang kredibel, dan bebas dari kepentingan tertentu.
Menurutnya, sejarah memiliki peran penting sebagai pijakan bagi generasi mendatang dalam memahami perjalanan sebuah daerah maupun bangsa.
“Sejarah tidak boleh dibelokkan. Penulisan sejarah harus berdasarkan fakta dan referensi yang kuat sehingga dapat menjadi pegangan bagi generasi mendatang,” kata Rizal.
ADVERTISEMENT
Ia menilai, di tengah derasnya arus informasi digital, masyarakat semakin mudah mengakses berbagai informasi sejarah. Namun, kemudahan tersebut juga membawa tantangan karena tidak semua informasi yang beredar memiliki dasar akademis yang kuat.
Karena itu, Rizal menekankan pentingnya proses verifikasi dan kajian yang mendalam sebelum suatu informasi sejarah dipublikasikan agar tidak menimbulkan kesalahan pemahaman di masyarakat.
Selain menyoroti pentingnya akurasi penulisan sejarah, Rizal juga mengapresiasi antusiasme sekitar 50 peserta yang mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, tingginya minat peserta menjadi sinyal bahwa kepedulian terhadap pelestarian sejarah dan budaya masih terus tumbuh.
“Saya memberikan apresiasi kepada seluruh peserta yang memiliki kepedulian terhadap sejarah. Ini menunjukkan masih banyak masyarakat yang memiliki perhatian besar terhadap pelestarian sejarah dan kebudayaan,” ujarnya.
Rizal menjelaskan, Kota Bandung telah memiliki regulasi yang menjadi landasan dalam menjaga serta mengembangkan kebudayaan daerah. Sebagai kota jasa, Bandung dinilai memiliki kekayaan seni dan budaya yang dapat menjadi identitas sekaligus memperkuat daya tarik kota.
Ia mengatakan, DPRD melalui fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan terus mendorong berbagai upaya pelestarian sejarah dan kebudayaan agar nilai-nilai tersebut dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.
Dalam kesempatan itu, Rizal juga menyinggung rencana penataan kelembagaan di bidang kebudayaan. Menurutnya, langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat fokus pemerintah dalam pengembangan sekaligus pelestarian sejarah dan budaya Kota Bandung.
“Dengan perhatian yang lebih khusus terhadap kebudayaan, saya berharap berbagai potensi sejarah dan budaya Kota Bandung dapat terus terjaga serta memberikan manfaat bagi masyarakat luas,” tuturnya.
Bimbingan Teknis Penulisan Sejarah Tahun 2026 menghadirkan akademisi, praktisi, dan pemerhati sejarah sebagai narasumber. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan peserta dalam mendokumentasikan sejarah secara objektif serta berbasis data dan fakta.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






