KORANMANDALA.COM – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan tidak ada rencana mengganti nama Provinsi Jawa Barat menjadi Tatar Sunda. Ia menyebut isu mengenai perubahan nama tersebut hanya cerita yang berkembang di media sosial.
Penegasan itu disampaikan Dedi menyusul munculnya berbagai spekulasi setelah rangkaian kegiatan Milangkala Tatar Sunda digelar di Jawa Barat.
“Kami tegaskan bahwa ada yang melempar wacana membuat cerita-cerita di media sosial akan ada perubahan nama Jawa Barat jadi Tatar Sunda. Saya katakan seluruh rangkaian itu adalah karangan orang lain. Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan fokus terus bekerja. Tidak akan ngurusin perubahan nama. Namanya tetap Jawa Barat,” ucapnya dikutip dari akun TikTok pribadinya, Rabu (20/5/2026).
ADVERTISEMENT
Dedi menjelaskan kegiatan Milangkala Tatar Sunda diselenggarakan untuk mengingat kembali sejarah, budaya, dan identitas masyarakat Sunda, bukan sebagai bagian dari agenda perubahan nama daerah.
Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki makna untuk memperkuat kesadaran masyarakat terhadap akar budaya dan arah pembangunan di masa mendatang.
“Ini adalah spirit bagi kita semua untuk terus mengingat kembali siapa diri kita, berasal dari mana dan hendak ke mana pembangunan yang dilakukan,” katanya.
Ia menilai identitas budaya menjadi salah satu kekuatan penting dalam membangun visi dan misi masa depan masyarakat.
“Ini juga spirit bagi kita bahwa kita punya identitas diri, identitas budaya. Dan itu adalah kekuatan penting dalam melakukan pengelolaan visi dan misi masa depan, hidup kita masa depan berbangsa dan bernegara,” kata Dedi.
Pada kesempatan itu, Dedi juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Jawa Barat yang telah mendukung pelaksanaan rangkaian kegiatan Milangkala Tatar Sunda.
“Saya ucapkan terima kasih ya pada semuanya. Sehat, sukses selalu dan terus beraktifitas untuk kebaikan kehidupan kita, keluarga dan masyarakat. Hatur nuhun,” kata Dedi.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






