KORANMANDALA.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Barat merespons aksi mogok pedagang daging sapi di sejumlah pasar tradisional di Kota Bandung yang dipicu kenaikan harga daging. Salah satu faktor yang disebut memengaruhi kenaikan tersebut ialah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
Pedagang daging di Pasar Kosambi, Kota Bandung mulai kembali berjualan pada Rabu (20/5/2026) setelah mogok selama tiga hari sejak Minggu hingga Selasa. Meski aktivitas jual beli kembali berjalan, pedagang masih mengeluhkan harga dari pemasok yang terus meningkat.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Barat, Nining Yulistiani, mengatakan pihaknya telah menerima laporan dari asosiasi pedagang dan pengelola pasar terkait aksi mogok tersebut.
“Daging sapi termasuk yang kenaikannya melampaui HAP (harga acuan pembelian),” kata Nining dalam keterangan tertulis yang diterima Koran Mandala, Rabu (20/5/2026).
Nining menjelaskan harga acuan daging sapi saat ini berada di angka Rp140.000 per kilogram. Namun dalam dua pekan terakhir, harga jual terus bergerak di atas angka tersebut.
Menurutnya, kenaikan harga terjadi mulai dari tingkat importir hingga rumah potong hewan. Kondisi itu dipengaruhi tingginya ketergantungan terhadap impor sapi bakalan dari luar negeri.
“Kita juga mayoritas penggemukan sapi bibit sapinya masih impor dari Australia, India, dan Selandia Baru,” ujarnya.
Selain pelemahan rupiah terhadap dolar AS, kenaikan harga BBM non-subsidi juga disebut turut berdampak terhadap biaya distribusi dan logistik.
Untuk mencegah aksi mogok berlanjut, Disperindag Jawa Barat mengaku sudah menyampaikan persoalan tersebut kepada Kementerian Perdagangan.
“Kami belum tahu solusi dari kementeriannya apa, tapi ini sudah kami laporkan,” terang Nining.
Meski demikian, Pemprov Jawa Barat memastikan stok daging sapi dan kerbau masih mencukupi kebutuhan masyarakat. Berdasarkan data neraca pangan, stok daging di Jawa Barat mencapai 21.604 ton, sementara kebutuhan berada di angka 14.789 ton.
“Jawa Barat masih surplus sebanyak 6.815 ton,” pungkasnya.
