KORANMANDALA.COM – Sejumlah harga kebutuhan pokok, barang dan jasa di Jawa Barat mengalami kenaikan pada awal Mei 2026. Meski demikian, Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan kondisi inflasi masih berada dalam batas aman dan terkendali.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi Jawa Barat pada April 2026 berada di angka 2,49 persen. Angka tersebut masih berada dalam rentang target inflasi nasional, yakni 1,5 hingga 3,5 persen.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman masih terus memantau perkembangan harga kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan di sejumlah komoditas. Namun, kondisi inflasi di Jawa Barat saat ini dinilai masih terkendali.
ADVERTISEMENT
“Untuk itu, Kami akan cek-cek dulu sampai hari ini inflasi di Jawa Barat masih terkendali. Karena inflasi itu kan rentangnya 1,5 sampai 3,5 persen. Rentangnya yang idealnya kan di 2,5 persen,” ujar Herman, Saat ditemui Rabu (20/5/2026).
Menurutnya, pemerintah masih memantau perkembangan harga kebutuhan pokok yang mulai mengalami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir. Pemprov Jabar akan melakukan pengecekan lanjutan untuk memastikan apakah lonjakan harga tersebut berdampak signifikan terhadap inflasi daerah.
“Inflasi itu kan harus terkendali, 2,5 persen atau satu persen di atasnya, 3,5 persen maksimal. Satu persen di bawahnya juga masih dalam rentang. Tempo hari inflasi di Jawa Barat masih di kisaran dua persen. Kami akan cek-ricek apakah sudah nerekel ke tiga persen atau masih di dua persen, nanti kami informasikan,” katanya.
Herman menegaskan, apabila inflasi mendekati atau melampaui batas psikologis 3,5 persen, pemerintah akan segera melakukan langkah intervensi bersama pemerintah kabupaten dan kota di Jawa Barat.
“Tentu kalau sudah nerekel ke dua persen, apalagi sudah memasuki batas psikologis di 3,5 persen, tentu kami harus treatment, harus intervensi bersama 27 kabupaten/kota,” ucapnya.
Langkah intervensi yang disiapkan antara lain pelaksanaan pasar murah, pasar bersubsidi hingga penerapan regulasi untuk menjaga kestabilan harga di pasaran.
“Apakah dengan pasar murah, apakah dengan pasar bersubsidi, apakah dengan treatment yang lain, dengan regulasi, nanti kita lihat,” ujarnya.
Ia juga meminta masyarakat untuk tidak khawatir terhadap dinamika harga yang terjadi saat ini. Menurutnya, pemerintah daerah akan terus menjaga tiga aspek penting dalam pengendalian inflasi, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, dan kelancaran distribusi.
“Yang jelas kalau ada dinamika harga, masyarakat tenang. Pak Gubernur sudah menginstruksikan kami di birokrasi pemerintahan untuk menjaga harga-harga agar terjangkau,” katanya.
“Kan tiga syaratnya, satu harga-harga terjangkau, yang kedua pasokan tersedia, yang ketiga mobilitas transportasi lancar dan kami jagain tiga-tiganya,” sambung Herman.
Berdasarkan data Disperindag Jawa Barat per 8 Mei 2026, sejumlah komoditas mengalami kenaikan harga sebesar 5,37 persen dibandingkan pekan sebelumnya.
Selain itu, beberapa komoditas juga masih tercatat melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) maupun Harga Acuan Penjualan (HAP), seperti gula pasir, daging sapi, kedelai impor, dan cabai rawit merah
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






