ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM –Bertepatan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional dan hari jadi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS Jawa Barat resmi meluncurkan gerakan Milad Berdaya di Kantor DPW PKS Jawa Barat, Selasa (20/5/2026).
Mengusung tagline “Bersama Rakyat Menguatkan Ketahanan Indonesia”, program tersebut digagas sebagai respons terhadap ketidakpastian geopolitik global yang dinilai mulai berdampak pada ketahanan pangan, energi, dan ekonomi masyarakat di Jawa Barat.
Ketua DPW PKS Jawa Barat, Iwan Suryawan atau yang akrab disapa Abah Iwan, mengatakan gerakan tersebut lahir dari kebutuhan riil masyarakat di tengah tingginya ketergantungan terhadap pasokan luar daerah maupun dinamika ekonomi global.
ADVERTISEMENT
SPMB Kota Bandung 2026 Dibuka, Orang Tua Diminta Pahami Jalur dan Tahapan Pendaftaran
“Kita tinggal di tanah yang subur, tapi meja makan kita masih bergantung pada pasokan dari luar. Harga cabai naik karena kekeringan di daerah lain, harga beras mengikuti kondisi global. Dampaknya kita rasakan, tapi kendali tidak ada di tangan kita,” ujar Abah Iwan.
Menurutnya, kondisi tersebut menuntut adanya gerakan berbasis keluarga dan komunitas sebagai langkah konkret memperkuat daya tahan masyarakat menghadapi situasi global yang tidak menentu.
Ia menyebut, inspirasi lahirnya Milad Berdaya berasal dari pengalaman langsung mendampingi peternak dan pelaku usaha kecil di Jawa Barat. Dari sana, kata dia, terlihat bahwa optimisme dan ketekunan menjadi modal penting dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat.
“Minimal di rumah ada pot berisi sayuran untuk kebutuhan keluarga. Jangan sampai gerakan ini hanya seremonial. Harus bergerak, dan bergerak berkelanjutan,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Milad Berdaya sekaligus Ketua Bidang Pertanian, Petani, dan Nelayan DPW PKS Jawa Barat, Budiwanto, menjelaskan bahwa program tersebut bertumpu pada tiga pilar utama, yakni ketahanan pangan, energi, dan ekonomi.
Sebagai langkah implementasi, DPW PKS Jawa Barat menyiapkan 135 Duta Tani yang akan menjadi penggerak program di lapangan. Setiap Dewan Pengurus Daerah (DPD) kabupaten/kota akan memiliki lima duta untuk memastikan program berjalan hingga tingkat akar rumput.
“Kami menyiapkan 135 Duta Tani dengan rincian lima orang per DPD yang akan menjadi penggerak di lapangan. Mereka memastikan gerakan ini tidak berhenti di peluncuran, tetapi terus berjalan hingga tingkat ranting,” kata Budiwanto.
Ia menambahkan, DPW PKS Jawa Barat juga telah menerbitkan petunjuk teknis (juknis) serta surat edaran resmi sebagai panduan pelaksanaan program di seluruh daerah.
Dalam pelaksanaannya, Milad Berdaya akan dijalankan melalui lima program utama.
Pertama, Gerakan Pangan Berbasis Pekarangan yang mendorong keluarga kader menanam sayuran untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Kedua, program Ketahanan Energi melalui pemasangan panel surya di kantor DPW PKS Jawa Barat sebagai proyek percontohan sekaligus kampanye penghematan energi.
Ketiga, penguatan Ketahanan Ekonomi melalui pengembangan ekosistem usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) kader berbasis pasar komunitas dan koperasi PKS Jawa Barat. Keempat, pengembangan Boemkraf sebagai wadah ekonomi kreatif berbasis komunitas.
Kelima, peluncuran SAKTI (Sekolah Kader Patriotik) yang diproyeksikan mencetak kader pemberdayaan masyarakat untuk wilayah pesisir dan daerah yang membutuhkan penguatan sosial maupun dakwah.
Tak hanya berhenti di tingkat komunitas, PKS Jawa Barat juga menyiapkan langkah politik melalui Fraksi PKS di DPRD Jawa Barat agar isu ketahanan pangan dan energi masuk dalam pertimbangan kebijakan daerah.
Bahkan, DPW PKS Jawa Barat tengah menyusun white paper sebagai rekomendasi resmi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk memperkuat arah kebijakan daerah dalam menghadapi tantangan global.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






