Daerah

Farhan Ancam Pidanakan Pelaku Jual Beli Kursi SPMB Bandung, Tapi Mampukah Praktik Lama Diputus?

KORANMANDALA.COM –Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, melontarkan peringatan keras terhadap praktik jual beli kursi dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026. Ia menegaskan, siapa pun yang terbukti bermain dalam praktik curang penerimaan siswa akan dijatuhi sanksi berat hingga proses pidana.

Pernyataan itu muncul di tengah kekhawatiran publik bahwa praktik “titip kursi” dan permainan jalur masuk sekolah masih menjadi momok tahunan setiap musim penerimaan siswa baru, terutama di sekolah negeri favorit.

“Siapapun yang terindikasi melakukan jual beli kursi akan saya berikan sanksi berat dan langsung dipidana,” kata Farhan di Balai Kota Bandung, Senin (11/5/2026).

ADVERTISEMENT

Dinsos Kota Bandung Perkuat Penanganan PMKS, Rumah Singgah Jadi Garda Depan Rehabilitasi Sosial

Namun, ancaman pidana yang disampaikan Farhan juga memunculkan pertanyaan besar: sejauh mana pemerintah mampu membongkar praktik yang selama ini kerap disebut berlangsung senyap dan sulit dibuktikan?

Pasalnya, isu jual beli kursi bukan cerita baru dalam dunia pendidikan Kota Bandung. Dugaan permainan kuota, manipulasi jalur domisili hingga titipan melalui orang dalam kerap menjadi keluhan masyarakat, meski jarang berujung pada penindakan hukum terbuka.

Farhan mengakui, kecurangan dalam proses penerimaan siswa tidak hanya merusak sistem pendidikan, tetapi juga berpotensi membentuk mentalitas buruk sejak dini.

“Kalau anak masuk sekolah dengan cara curang, dia akan tumbuh menjadi orang yang curang juga,” ujarnya.

Di sisi lain, tekanan terhadap pelaksanaan SPMB juga tidak lepas dari persoalan klasik: keterbatasan daya tampung sekolah negeri. Kondisi ini dinilai menjadi salah satu faktor yang membuka celah praktik transaksional.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Asep Saeful Gufron, menyebut jumlah lulusan SD di Kota Bandung mencapai sekitar 23 ribu siswa, sementara daya tampung SMP negeri hanya berada di kisaran 19 ribu kursi. Artinya, ada ribuan siswa yang secara realistis harus terserap ke sekolah swasta.

Ketimpangan inilah yang selama ini memicu persaingan masuk sekolah negeri semakin ketat, terutama di sekolah-sekolah favorit.

“Sudah kami tekankan kepada kepala sekolah SD dan SMP, tidak boleh ada jual beli kursi dalam bentuk apapun,” kata Asep.

Meski begitu, pengawasan menjadi pekerjaan rumah besar. Sebab, berbagai modus penyimpangan dalam penerimaan siswa kerap berkembang mengikuti celah kebijakan, mulai dari manipulasi alamat domisili hingga dugaan intervensi pihak tertentu untuk meloloskan siswa di luar mekanisme resmi.

Pemkot Bandung mengklaim telah berkoordinasi dengan aparat penegak hukum serta DPRD untuk memperkuat pengawasan SPMB 2026. Seluruh jalur penerimaan, baik domisili, prestasi maupun afirmasi, disebut akan diawasi lebih ketat.

Namun, efektivitas pengawasan itu akan diuji saat pendaftaran dimulai. Publik kini menunggu, apakah ancaman pidana benar-benar akan diterapkan atau hanya menjadi pernyataan rutin yang kembali muncul setiap musim penerimaan siswa baru.

Koranmandala.com

Published by

Recent Posts

Berdiri Sejak 1881, Ponpes Sukamiskin Jadi Saksi Panjang Sejarah Santri di Kota Bandung

KORAN MANDALA –Pondok Pesantren Sukamiskin di Jalan A.H. Nasution Nomor 128, Kota Bandung, menyimpan perjalanan…

1 jam ago

Polresta Batang Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Kekerasan terhadap Rombongan Persib U-18

KORAN MANDALA – Penanganan kasus kekerasan, perusakan bus, dan pencurian yang menimpa rombongan Persib U-18 di…

2 jam ago

Pembakaran Water Barier dan Vandalisme Tugu Simpang Lima Warnai Aksi di Bandung

KORAN MANDALA – Aksi unjuk rasa memperingati dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil…

13 jam ago

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Warga Pertanyakan Prioritas Anggaran Negara

KORAN MANDALA – Dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka…

13 jam ago

Viral Pukul Spion Mobil Rabbani, Pria di Cihampelas Jadi Tersangka

KORAN MANDALA – Aksi premanisme dan pemerasan yang sempat meresahkan pengguna jalan serta viral di…

14 jam ago

“Belum Ada Capaian Bermakna”, Kritik Massa Bandung untuk Prabowo-Gibran

KORAN MANDALA – Ratusan massa dari berbagai elemen mahasiswa, komunitas, dan warga menggelar aksi evaluasi…

15 jam ago