Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung, Rasdian Setiadi mengatakan, progres awal pembangunan BRT saat ini telah mencapai sekitar 11 persen. Pekerjaan yang mulai berjalan meliputi pembangunan depo utama, halte koridor, serta persiapan jalur operasional BRT.
Terminal Cicaheum Dialihfungsikan Jadi Depo BRT, Trayek Bus hingga Angkot di Bandung Bakal Dirombak
“Kalau yang saya lihat sepintas dari paparan Kemenhub, pembangunan depo sudah berjalan lebih panjang progresnya. Saat ini kurang lebih sudah mencapai 11 persen,” kata Rasdian usai rapat koordinasi proyek BRT di Kota Bandung, Kamis, 7 Mei 2026.
Menurutnya, pembangunan fisik saat ini masih berada pada tahap pembersihan lahan dan persiapan fondasi. Sejumlah titik yang akan menjadi jalur dan fasilitas penunjang BRT mulai ditata secara bertahap.
Meski demikian, Rasdian mengakui pembangunan proyek transportasi massal tersebut tidak hanya berkaitan dengan pekerjaan konstruksi. Pemkot Bandung juga harus menyiapkan langkah penanganan dampak sosial yang muncul di lapangan.
Salah satu persoalan yang kini dibahas adalah keberadaan PKL dan kios sewa di sekitar area proyek. Selain itu, rencana pemindahan trayek angkutan antarkota antarprovinsi (AKAP) dan antarkota dalam provinsi (AKDP) juga masih dalam tahap pembahasan.
Dishub Kota Bandung, kata dia, tidak ingin pembangunan BRT justru memunculkan persoalan baru bagi masyarakat kecil yang selama ini menggantungkan aktivitas ekonomi di sekitar kawasan proyek.
Karena itu, Pemkot Bandung mulai menyiapkan sejumlah opsi relokasi, termasuk pemanfaatan terminal tipe C yang tersebar di berbagai wilayah Kota Bandung sebagai lokasi penataan baru bagi pedagang terdampak.
Rasdian menyebut, Kota Bandung memiliki sekitar 11 terminal tipe C yang dinilai masih memungkinkan untuk dimanfaatkan sebagai pusat aktivitas perdagangan dan penunjang transportasi.
“Kita punya beberapa alternatif. Misalnya dipindahkan ke terminal tipe C. Tadi juga saya tangkap kemungkinan ada bantuan pembangunan kios dan bangunan pendukung,” ujarnya.
Selain relokasi, pemerintah juga masih menghitung skema teknis lain bersama Project Management Consultant (PMC), termasuk kapasitas armada BRT, perpindahan kendaraan operasional, hingga pola pelayanan transportasi yang akan diterapkan saat sistem mulai berjalan.
Proyek BRT sendiri menjadi salah satu upaya pemerintah untuk mengurangi kemacetan dan mendorong penggunaan transportasi publik di Kota Bandung.
Namun keberhasilan proyek tersebut dinilai tidak hanya bergantung pada pembangunan infrastruktur, melainkan juga kemampuan pemerintah menata dampak sosial yang ditimbulkan selama proses pembangunan berlangsung.