ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Sebanyak 375 sekolah dasar (SD) di Kabupaten Garut diusulkan untuk mendapatkan bantuan perbaikan infrastruktur akibat kondisi bangunan yang dinilai mengkhawatirkan, terutama di wilayah rawan bencana.
Pemerintah Kabupaten Garut melalui Dinas Pendidikan saat ini tengah melakukan pendataan terhadap sekolah-sekolah yang berpotensi terdampak bencana alam seperti pergeseran tanah dan curah hujan tinggi.
Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Ai Sadidah, mengatakan pihaknya masih melakukan inventarisasi terhadap kondisi bangunan sekolah di berbagai wilayah.
ADVERTISEMENT
“Kami sedang menginventarisasi sekolah-sekolah yang berpotensi terdampak bencana. Garut merupakan daerah rawan bencana, sehingga mitigasi menjadi langkah awal untuk memastikan keselamatan siswa,” ujarnya, Jumat (1/5/2026).
Menurut Ai, hingga saat ini belum ada laporan sekolah yang terdampak langsung secara berat. Namun, sejumlah wilayah memiliki potensi kerawanan tinggi, khususnya di daerah selatan seperti Cibalong dan Mekarmukti.
“Di beberapa lokasi seperti Mekarmukti terdapat pergeseran tanah, sehingga sekolah harus direlokasi secara bertahap ke tempat yang lebih aman,” katanya.
Ia menambahkan, proses pendataan masih terus berlangsung karena laporan kerusakan dari sekolah terus bertambah setiap harinya, mulai dari kerusakan ringan hingga struktur bangunan.
“Kami menerima laporan setiap hari, baik kerusakan pada tembok, atap, maupun bagian lainnya. Semua laporan kami tindak lanjuti untuk memastikan kegiatan belajar tetap aman,” ujarnya.
Selain itu, kondisi bangunan yang tidak stabil juga ditemukan di sejumlah wilayah lain. Bahkan, beberapa sekolah dilaporkan mengalami penurunan atap akibat konstruksi yang kurang kuat.
Terkait anggaran, Ai menyebut pihaknya telah mengajukan perbaikan untuk 375 sekolah melalui berbagai sumber pendanaan, baik dari APBD maupun program pemerintah pusat. Namun, hingga kini belum ada kepastian jumlah anggaran yang akan disetujui.
“Kami sudah mengusulkan 375 sekolah untuk perbaikan. Namun, berapa yang akan terealisasi masih menunggu keputusan. Harapannya, minimal sebagian bisa terealisasi agar membantu percepatan perbaikan,” katanya.
Sementara itu, relokasi sekolah juga telah dilakukan di wilayah Bungbulang akibat pergeseran tanah yang dinilai membahayakan. Proses relokasi dilakukan secara bertahap, dimulai dari penyediaan lahan hingga pembangunan ruang kelas baru.
“Relokasi tidak bisa dilakukan sekaligus, tetapi melalui tahapan, mulai dari pengadaan lahan hingga pembangunan. Kami berharap prosesnya berjalan lancar,” pungkas Ai.
Pemerintah Kabupaten Garut menegaskan, keselamatan siswa dan tenaga pendidik menjadi prioritas utama dalam penanganan kondisi bangunan sekolah di wilayah rawan bencana.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






