ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM –Aksi peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 dari kalangan buruh Jawa Barat (Jabar) akan dipusatkan di Jakarta, pada Jumat (1/5/2026) mendatang.
Ribuan massa buruh Jabar dipastikan akan bergabung dengan serikat pekerja lainnya menyampaikan tuntutan terkait isu ketenagakerjaan nasional di Jakarta.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (DPD KSPSI) Jabar, Roy Jinto Ferianto, mengatakan kelompoknya akan memusatkan aksi di kawasan Monas, Jakarta pada May Day tahun ini.
ADVERTISEMENT
Satresnarkoba Polres Garut Ungkap Peredaran Sabu, Seorang Buruh Harian Diamankan di Cilawu
“Aksi May Day KSPSI Jabar tahun ini bakal dipusatkan di Jakarta,” kata Roy saat dikonfirmasi, Selasa (28/4/2026).
Ia menambahkan, agenda tuntutan utama yang dibawa KSPSI Jabar menyasar isu nasional terkait regulasi ketenagakerjaan.
“Tuntutan May Day nasional kita mengawal UU Ketenagakerjaan yang baru sesuai Putusan MK 168,” tambahnya.
Roy menyebut sekitar 50 ribu anggotanya akan berangkat ke Jakarta untuk mengikuti aksi tersebut, memperkuat konsentrasi massa di pusat.
“Massa KSPSI Jawa Barat yang ke Monas 1 Mei 50 ribu anggota KSPSI berangkat,” ujarnya.
Dihubungi terpisah, Ketua Serikat Pekerja Nasional (SPN) Jabar, Dadan Sudiana, juga memastikan organisasinya akan ikut menggelar aksi di Jakarta.
“May Day kita aksi di Jakarta,” katanya.
Ia menegaskan fokus tuntutan SPN Jabar dalam May Day tahun ini bersifat nasional, sejalan dengan agenda gerakan buruh secara luas.
Sementara untuk isu daerah, Dadan menyebut pihaknya tetap fokus mengawal proses gugatan upah minimum sektoral kabupaten/kota (UMSK) yang masih bergulir di Pengadilan Tata Usaha Negara.
“Tuntutan May Day tahun ini isu nasional, untuk Jabar kita masih fokus gugatan SK UMSK di PTUN Bandung,” bebernya.
Untuk jumlah massa, Dadan memperkirakan sekitar 3.000 anggotanya akan berangkat ke ibu kota pada 1 Mei.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






