KORANMANDALA.COM – Kepedulian terhadap para pejuang nafkah kembali ditunjukkan Lazismu Jawa Barat melalui program pembagian 1.000 porsi makan siang gratis di kawasan Taman Musik Bandung, Selasa–Rabu (21–22 April 2026). Program ini menyasar pekerja informal seperti ojek online (ojol), petugas kebersihan, tukang parkir, hingga masyarakat yang membutuhkan.
Kegiatan yang berlangsung pukul 10.00 hingga 14.30 WIB ini menjadi bagian dari distribusi program fidyah, sekaligus upaya nyata menghadirkan manfaat langsung dari dana zakat, infak, dan sedekah kepada masyarakat.
Ketua Badan Pengurus Lazismu Jawa Barat, Chafid Sefriyadi, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar aksi sosial sesaat, melainkan bagian dari rangkaian program berkelanjutan.
PKL Tolak “Dikasihani” dalam Proyek BRT Bandung: Minta Integrasi, Bukan Uang Kompensasi
“Ini bagian dari program Lazismu. Ada layanan kesehatan gratis, lalu pemberdayaan UMKM yang kita libatkan. Ini semua berasal dari titipan dana fidyah,” ujar Chafid.
Menurutnya, dana fidyah yang dihimpun tidak hanya disalurkan dalam bentuk bantuan konsumtif, tetapi juga diolah menjadi program yang memberdayakan. Dalam kegiatan ini, Lazismu menggandeng pelaku UMKM untuk menyediakan makanan, sekaligus membuka peluang ekonomi bagi mereka.
“Kita libatkan UMKM untuk mendukung kebutuhan makan para pekerja seperti ojol, petugas kebersihan, tukang becak, parkir, dan lainnya. Jadi ada efek ganda membantu yang membutuhkan sekaligus menggerakkan ekonomi kecil,” katanya.
Dalam pelaksanaannya, Lazismu melibatkan lima UMKM serta satu tim kesehatan dari rumah sakit untuk memberikan layanan medis gratis di lokasi kegiatan.
Total 1.000 porsi makanan dibagikan dalam dua hari, masing-masing 500 porsi per hari. Antusiasme masyarakat pun terlihat tinggi sejak hari pertama pelaksanaan.
“Alhamdulillah respons masyarakat sangat baik. Ini program perdana, dan mudah-mudahan ke depan bisa terus berlanjut, bahkan jumlah porsinya bisa kita tambah jika kepercayaan dari para muzakki terus meningkat,” tambah Chafid.
Salah satu penerima manfaat, Dede (41), seorang driver ojol, mengaku sangat terbantu dengan adanya program tersebut.
“Senang sekali, ini bisa mengurangi pengeluaran makan siang hari ini. Harapannya kegiatan seperti ini bisa sering dilakukan, karena sangat bermanfaat bagi kami yang kerja di lapangan,” ujarnya.
Program ini menjadi bukti bahwa pengelolaan dana umat yang tepat sasaran tidak hanya meringankan beban sesaat, tetapi juga mampu menciptakan dampak sosial dan ekonomi yang lebih luas.
