KORANMANDALA.COM –Dinas Pendidikan Kabupaten Garut menggelar Lomba Cerdas Cermat (LCC) Tahun 2026 di Komplek Yayasan Al-Musadaddiyah, Jalan Mayor Syamsu, Kecamatan Tarogong Kidul, Rabu (15/4/2026). Kegiatan ini diikuti 126 siswa yang tergabung dalam 42 tim perwakilan kecamatan se-Kabupaten Garut.
LCC yang berlangsung selama dua hari, 15–16 April 2026, menjadi bagian dari program unggulan Bupati Garut. Namun di balik kemeriahan kompetisi, kegiatan ini juga menjadi cermin tantangan serius dunia pendidikan di Garut, khususnya dalam peningkatan capaian literasi dan numerasi siswa sekolah dasar.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Asep Wawan Budiman, secara terbuka mengakui bahwa capaian rapor pendidikan masih menjadi pekerjaan rumah bersama. Ia menekankan pentingnya kompetisi sebagai salah satu instrumen untuk membentuk karakter sekaligus meningkatkan kualitas akademik siswa.
“Ini menjadi PR kita semua bagaimana capaian rapor pendidikan bisa meningkat, terutama dalam literasi dan numerasi,” ujarnya.
Menurut Asep, LCC tidak boleh berhenti sebagai ajang seremonial tahunan. Ia menegaskan, semangat kompetisi harus ditransformasikan menjadi budaya belajar di setiap satuan pendidikan.
“Jangan hanya peserta lomba yang merasakan atmosfernya. Sekolah dan pendamping harus mampu menularkan semangat ini ke seluruh siswa,” katanya.
Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan bahwa persoalan kualitas pendidikan tidak cukup diselesaikan lewat kompetisi, melainkan membutuhkan proses pembinaan yang berkelanjutan di ruang kelas.
Sementara itu, Kepala Bidang Sekolah Dasar Disdik Garut, Ai Sadidah, menjelaskan bahwa LCC 2026 terdiri dari tiga tahapan, yakni babak penyisihan, semifinal, dan final. Seluruh peserta merupakan siswa kelas 4 dan 5 terbaik yang telah melalui seleksi di tingkat kecamatan.
Ia menyebut kegiatan ini mengusung tema “Cerdas Berliterasi, Unggul Bernumerasi untuk Mewujudkan Generasi Kuat Menuju Garut Hebat”.
Namun demikian, tantangan yang dihadapi tidak sederhana. Rendahnya capaian literasi dan numerasi yang tercermin dalam rapor pendidikan menunjukkan perlunya langkah yang lebih sistematis dan terukur, tidak hanya mengandalkan ajang kompetitif.
“LCC ini diharapkan menjadi salah satu cara meningkatkan mutu pendidikan, mengasah kemampuan intelektual siswa, sekaligus menumbuhkan sportivitas,” ujar Ai.
Dengan partisipasi puluhan tim dari seluruh kecamatan, LCC 2026 diharapkan mampu melahirkan siswa-siswa unggul. Meski demikian, efektivitasnya sebagai solusi peningkatan kualitas pendidikan akan sangat bergantung pada tindak lanjut konkret di tingkat sekolah.
Tanpa pembenahan yang menyeluruh, kegiatan seperti LCC berpotensi hanya menjadi agenda rutin tanpa dampak signifikan terhadap perbaikan mutu pendidikan di Kabupaten Garut.
