ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Kementerian Haji dan Umrah Kota Bandung memastikan kesiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026. Pemerintah tidak hanya menyiapkan keberangkatan lima kelompok terbang (kloter) jemaah melalui Embarkasi Kertajati, tetapi juga menghadirkan peningkatan layanan dengan fokus pada program ramah lansia serta penerapan sistem satu syarikah guna meningkatkan kenyamanan jemaah selama di Tanah Suci.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Bandung, Andy Muhammad Arief, menyampaikan bahwa lima kloter tersebut terdiri dari tiga kloter penuh dan dua kloter gabungan.
“Alhamdulillah pada tahun ini jemaah haji Kota Bandung akan diberangkatkan dalam lima kloter, yaitu tiga kloter utuh dan dua kloter gabungan,” ujarnya. Saat dihubungi, Rabu 8/4/2026
ADVERTISEMENT
Ia menjelaskan, keberangkatan perdana akan dimulai pada 22 April 2026 melalui kloter 2 Embarkasi Kertajati di Asrama Haji Indramayu. Seluruh dokumen administrasi, termasuk visa, telah rampung dipersiapkan.
“Untuk kloter pertama akan diberangkatkan pada 22 April 2026. Alhamdulillah semua dokumen, termasuk visa, sudah siap. Koper jemaah juga sudah kami distribusikan,” katanya.
Terkait antrean haji, Andy mengungkapkan bahwa mayoritas jemaah yang berangkat tahun ini telah menunggu sejak 2014. Karena itu, suasana haru dan syukur menyelimuti para calon jemaah.
“Para calon jemaah haji merasa bersyukur dan bahagia akhirnya bisa melunasi dan berangkat di tahun ini setelah menunggu sejak mendaftar di tahun 2014,” ungkapnya.
Dalam hal pelayanan, pemerintah juga mengedepankan program ramah lansia. Jemaah lanjut usia akan mendapatkan pendampingan khusus sejak tahap pelunasan hingga pelaksanaan ibadah di Tanah Suci.
“Pemerintah menggulirkan program Haji Ramah Lansia. Jemaah lansia berhak mendapatkan pendampingan dari keluarga atau ahli waris yang sudah terdaftar minimal lima tahun,” jelasnya.
Selain itu, tersedia pula program Safari Wukuf dan Murur untuk membantu jemaah lansia selama puncak ibadah haji. Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) baik di kloter maupun di Arab Saudi juga disiapkan secara khusus untuk mendampingi jemaah lansia.
Dalam kondisi darurat, Andi memastikan setiap kloter akan dikawal oleh empat petugas, terdiri dari ketua kloter (TPHI), pembimbing ibadah, serta dua tenaga kesehatan (TKHI).
“Dalam satu kloter akan ada empat petugas yang mendampingi jemaah dari keberangkatan hingga kembali ke tanah air,” tegasnya.
Ia juga menyinggung evaluasi penyelenggaraan haji sebelumnya. Salah satu perbaikan yang dilakukan tahun ini adalah pengelolaan berbasis satu syarikah di setiap embarkasi.
“Insyaallah tahun ini satu embarkasi hanya dipegang oleh satu syarikah, sehingga keluarga seperti suami istri tidak akan terpisah hotelnya seperti yang terjadi tahun lalu,” pungkasnya.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






