ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Ancaman Kejadian Luar Biasa (KLB) campak di tahun 2026 membuat jajaran Polres Garut tak tinggal diam. Selasa (7/4/2026), aparat kepolisian bergerak serentak melakukan monitoring pelaksanaan Imunisasi Campak atau Outbreak Response Immunization (ORI) di seluruh wilayah Kabupaten Garut.
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk respons cepat terhadap meningkatnya kasus campak, sekaligus menindaklanjuti surat resmi dari Kementerian Kesehatan RI Nomor IM.02.03./C/1082/2026 tertanggal 3 Maret 2026.
Sejak pagi hari, mulai pukul 08.00 WIB, kegiatan imunisasi digelar di berbagai titik layanan kesehatan, mulai dari puskesmas hingga posyandu, dengan menyasar anak usia 9 hingga 59 bulan—kelompok paling rentan terhadap penyebaran virus campak.
ADVERTISEMENT
Ketua DPRD Garut Minta Disperindag dan SPBE Monitoring LPG 3 Kg, Pastikan Stok Aman
Kasi Humas Polres Garut, Ipda Susilo Adhi P, menegaskan bahwa keterlibatan kepolisian bukan sekadar formalitas, melainkan untuk memastikan seluruh proses berjalan tanpa hambatan.
“Monitoring ini dilakukan agar pelaksanaan imunisasi berjalan aman, tertib, dan lancar. Ini juga bentuk dukungan Polri terhadap program pemerintah dalam menekan penyebaran campak,” ujarnya.
Tak hanya itu, kehadiran aparat di lapangan juga dinilai penting untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat, sekaligus mendorong partisipasi orang tua agar tidak ragu membawa anaknya untuk diimunisasi.
Di tengah kekhawatiran meningkatnya kasus campak, langkah pengawasan serentak ini menjadi sinyal kuat bahwa penanganan KLB tidak bisa dilakukan setengah hati. Kolaborasi lintas sektor, termasuk aparat kepolisian, menjadi kunci dalam memastikan upaya pencegahan berjalan efektif.
Dengan monitoring ketat di seluruh wilayah, diharapkan program imunisasi ini mampu menekan laju penularan, sekaligus membangun kekebalan kelompok sejak dini bagi anak-anak di Kabupaten Garut.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






