KORANMANDALA.COM – Di tengah masa cuti, anggota DPRD Kabupaten Garut dari Fraksi PDI Perjuangan, Yudha Puja Turnawan, menggelar kegiatan donor darah sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama, khususnya bagi penyandang thalasemia yang membutuhkan transfusi rutin.
Kegiatan kemanusiaan tersebut digelar di Gedung DPRD Garut sebagai respons atas menipisnya stok darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Garut selama bulan Ramadan hingga memasuki Syawal.
Yudha menjelaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari ikhtiarnya sebagai wakil rakyat untuk membantu masyarakat, terutama di tengah kondisi berkurangnya jumlah pendonor saat bulan puasa.
Jurnalis Diserang Saat Liputan di Garut, Ketua MIO Rus: Ancaman Nyata Kebebasan Pers
“Ini bagian dari ikhtiar saya selaku wakil rakyat untuk membantu PMI Garut di tengah keterbatasan stok darah. Selama Ramadan, memang pendonor berkurang karena kondisi berpuasa,” ujar Yudha.
Ia mengungkapkan, kebutuhan darah justru meningkat, terutama bagi penyandang Thalasemia yang harus menjalani transfusi secara rutin.
“Kita menemukan fakta di lapangan, banyak penyandang thalasemia yang membutuhkan transfusi darah, sementara stok terbatas bahkan ada yang kosong,” katanya.
Kegiatan donor darah ini terlaksana melalui kolaborasi dengan PMI Garut, termasuk Ketua Unit Donor Darah PMI Garut, dr. Iwan Irawan. Meski digelar secara mendadak, kegiatan tersebut mendapat respons positif dari masyarakat.
Dari hasil kegiatan, terkumpul sebanyak 56 kantong darah setelah melalui proses skrining kesehatan terhadap para pendonor.
Yudha menambahkan, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda atau Gen Z, agar mau menjadi pendonor pemula.
“Target utamanya adalah membangun kesadaran masyarakat, terutama generasi muda, agar tidak takut donor darah. Selama ini kita masih bergantung pada pendonor rutin,” jelasnya.
Ia menegaskan, donor darah merupakan bentuk pengabdian dan solidaritas sosial yang sangat penting, mengingat kebutuhan darah tidak hanya untuk penderita thalasemia, tetapi juga pasien operasi hingga korban kecelakaan.
“Kalau bukan kita, siapa lagi yang peduli? Setetes darah sangat berarti untuk menyelamatkan nyawa,” tegasnya.
Yudha juga mengajak masyarakat untuk tidak hanya berdonor saat ada kegiatan tertentu, tetapi secara rutin datang langsung ke PMI.
“PMI melayani dari pagi hingga malam. Silakan datang kapan saja untuk donor darah agar ketersediaan tetap terjaga,” ajaknya.
Sementara itu, dr. Iwan Irawan dari PMI Garut menyampaikan apresiasi atas inisiatif yang dilakukan Yudha. Ia mengakui, selama Ramadan terjadi penurunan signifikan jumlah pendonor.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Yudha yang telah membantu kegiatan donor darah ini. Selama Ramadan, jumlah pendonor menurun karena keterbatasan waktu dan kondisi fisik,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan untuk menjaga ketersediaan stok darah di Garut.
