Hari Raya, Penjual Baju di Garut Masih Raup Omzet, Pembeli Tetap Berdatangan (Rida/Koranmandala)
KORANMANDALA.COM – Momentum Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga membawa berkah bagi para pedagang pakaian di Kabupaten Garut. Meski Lebaran telah tiba, aktivitas jual beli baju masih berlangsung dan bahkan tetap menghasilkan omzet yang cukup menjanjikan.
Baju Lebaran sendiri telah menjadi simbol khas dalam perayaan Idulfitri. Meski tidak diwajibkan secara agama, tradisi mengenakan pakaian baru masih melekat kuat di masyarakat, terutama bagi keluarga dengan anak-anak sebagai bentuk hadiah setelah menjalankan ibadah puasa.
Umumnya, masyarakat membeli pakaian jauh hari sebelum Lebaran untuk menghindari kepadatan dan mendapatkan lebih banyak pilihan. Namun, fenomena berbeda justru terlihat di Garut, di mana sebagian warga masih berbelanja saat hari raya berlangsung.
ADVERTISEMENT
Kuliner Garut Diserbu Pengunjung saat Libur Lebaran, dari Burayot hingga Ramen Kekinian
Salah seorang pengunjung asal Tasikmalaya, Seli (55), mengaku sengaja berbelanja saat Lebaran karena suasana lebih nyaman dan tidak terlalu padat.
“Saya datang ke Garut untuk bersilaturahmi sekaligus jalan-jalan dan belanja baju. Kalau orang lain belanja sebelum Lebaran, saya justru saat hari Lebaran karena lebih sepi dan bisa lebih fokus memilih,” ujarnya.
Menurutnya, harga pakaian di Garut relatif lebih terjangkau dibandingkan di daerah asalnya, bahkan untuk pusat perbelanjaan modern.
“Kalau soal harga, menurut pengalaman saya di Garut itu lebih murah, meskipun di mal. Selain itu, saya juga merasa nyaman belanja di sini,” tambahnya.
Sementara itu, seorang pedagang pakaian, Ab (50), mengaku sengaja datang dari Sumatera Barat untuk berjualan di Garut sejak awal Ramadan.
Ia menyebut, Garut menjadi lokasi baru yang ia coba untuk melihat potensi pasar saat momen Lebaran.
“Saya asli orang Padang, sengaja jualan di sini sejak awal puasa untuk melihat kebutuhan masyarakat Garut terhadap pakaian,” katanya.
Ab mengungkapkan, hasil penjualan selama momen Lebaran cukup memuaskan. Bahkan, transaksi masih terjadi hingga hari raya berlangsung.
“Saya kira pembeli hanya ramai sebelum Lebaran, ternyata saat hari Lebaran juga masih ada yang belanja. Sampai sekarang pun masih ada,” ujarnya.
Ia juga mengaku terkesan dengan suasana berjualan di Garut yang dinilai nyaman serta didukung oleh pembeli yang ramah. Ab berharap kondisi keamanan dan kenyamanan di Garut dapat terus terjaga.
Fenomena ini menunjukkan bahwa perputaran ekonomi di sektor ritel, khususnya pakaian, masih terus bergerak meski Hari Raya telah tiba, sekaligus menjadi indikator tingginya aktivitas konsumsi masyarakat selama momen Lebaran.
KORAN MANDALA – Kapasitas pelayanan rumah sakit di Kabupaten Garut masih menghadapi tantangan besar. Dengan jumlah…
KORAN MANDALA – Sejumlah fasilitas di Taman Cempaka atau Taman Fotografi, Jalan Taman Cempaka, Kelurahan…
KORAN MANDALA –Niat berangkat ke masjid pada Minggu dini hari (18/10/2026) justru membuat seorang warga…
KORAN MANDALA – Persib Bandung mulai mendapat angin segar terkait kondisi gelandang asingnya, Gakuto Notsuda. Setelah…
KORAN MANDALA –Pondok Pesantren Sukamiskin di Jalan A.H. Nasution Nomor 128, Kota Bandung, menyimpan perjalanan…
KORAN MANDALA – Penanganan kasus kekerasan, perusakan bus, dan pencurian yang menimpa rombongan Persib U-18 di…