Daerah

Kuliner Garut Diserbu Pengunjung saat Libur Lebaran, dari Burayot hingga Ramen Kekinian

KORANMANDALA.COM – Lonjakan wisatawan saat libur Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah berdampak langsung pada sektor kuliner di Kabupaten Garut. Sejumlah pusat kuliner, baik tradisional maupun modern, dipadati pengunjung, Minggu (22/3/2026).

Garut yang dikenal dengan kekayaan kulinernya menawarkan beragam pilihan bagi wisatawan, mulai dari makanan khas seperti Burayot, dodol Garut, kupat tahu, gado-gado, hingga mi bakso. Ragam kuliner ini menjadi daya tarik tersendiri yang membuat pengunjung ingin kembali datang.

Seiring perkembangan zaman, wajah kuliner Garut juga mengalami perubahan. Kehadiran pusat perbelanjaan modern seperti Ciplaz Garut turut menghadirkan berbagai pilihan makanan kekinian, mulai dari ramen hingga minuman modern.

ADVERTISEMENT

Kendaraan Pelat Luar Dominasi Parkiran Paskal Bandung Musim Lebaran

Salah satu yang menjadi magnet pengunjung adalah Ramen, kuliner khas Jepang yang menawarkan cita rasa gurih dengan beragam pilihan topping. Hidangan ini banyak diminati, baik pada hari biasa maupun saat libur panjang seperti Lebaran.

Selain itu, minuman kekinian seperti Chatime juga tak kalah ramai diserbu pengunjung. Variasi rasa dan harga yang beragam menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi kalangan anak muda.

Salah satu pengunjung asal Karawang, Rosse (53), mengaku sengaja berburu kuliner favoritnya saat berlibur ke Garut.

“Saya ini penyuka ramen. Ke mana pun saya pergi kalau ada ramen pasti singgah. Sekarang lagi liburan di Garut, ternyata ada beberapa tempat yang jual ramen, jadi senang,” ujarnya.

Ia mengaku tidak keberatan harus mengantre panjang demi menikmati makanan favoritnya, terutama di tengah tingginya jumlah pengunjung saat musim liburan.

“Meskipun harus antre panjang atau waiting list, tidak masalah. Apalagi sekarang musim libur, sudah pasti padat,” katanya.

Rosse juga menilai, meski kuliner kekinian terus bermunculan, makanan khas Garut tetap memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat.

“Jajanan khas Garut tidak akan pernah tergantikan. Banyak makanan tradisional yang masih bertahan dan tetap digemari semua kalangan,” pungkasnya.

KoranMandala.com

Published by
Tags: GarutKuliner

Recent Posts

Bed RSUD Garut Baru 1.183, Kebutuhan Ideal 2.900

KORAN MANDALA – Kapasitas pelayanan rumah sakit di Kabupaten Garut masih menghadapi tantangan besar. Dengan jumlah…

2 jam ago

Area Bermain Keropos dan Wastafel Kering, Fasilitas Taman Cempaka Dikeluhkan pengunjung

KORAN MANDALA – Sejumlah fasilitas di Taman Cempaka atau Taman Fotografi, Jalan Taman Cempaka, Kelurahan…

3 jam ago

Hendak ke Masjid, Motor Warga Malangbong Raib Dicuri

KORAN MANDALA –Niat berangkat ke masjid pada Minggu dini hari (18/10/2026) justru membuat seorang warga…

4 jam ago

Kabar Gembira Persib! Notsuda Kirim Sinyal Comeback

KORAN MANDALA – Persib Bandung mulai mendapat angin segar terkait kondisi gelandang asingnya, Gakuto Notsuda. Setelah…

5 jam ago

Berdiri Sejak 1881, Ponpes Sukamiskin Jadi Saksi Panjang Sejarah Santri di Kota Bandung

KORAN MANDALA –Pondok Pesantren Sukamiskin di Jalan A.H. Nasution Nomor 128, Kota Bandung, menyimpan perjalanan…

6 jam ago

Polresta Batang Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Kekerasan terhadap Rombongan Persib U-18

KORAN MANDALA – Penanganan kasus kekerasan, perusakan bus, dan pencurian yang menimpa rombongan Persib U-18 di…

7 jam ago