ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Pihak Terminal Cicaheum Kota Bandung angkat bicara terkait insiden penumpang bertiket online yang tidak mendapatkan kursi saat arus mudik Lebaran 2026. Peristiwa ini sempat dikeluhkan sejumlah pemudik yang merasa dirugikan meski telah memesan tiket lebih awal.
Kepala Terminal Cicaheum, Asep Supriyadi, menjelaskan kejadian tersebut terjadi akibat kurangnya koordinasi di lapangan, terutama saat terjadi lonjakan penumpang.
“Kalau kejadian kemarin itu lebih ke kurangnya komunikasi antara petugas di lapangan. Tidak ada pemberitahuan yang jelas, sehingga penumpang yang datang langsung atau offline ikut naik ke bus,” ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (20/3/2026).
ADVERTISEMENT
Pemudik Keluhkan Sistem Pemberangkatan Bus di Terminal Cicaheum, Penumpang Online Tak Kebagian Kursi
Menurut Asep, kondisi tersebut diperparah dengan keterlambatan kedatangan bus akibat kemacetan di sejumlah titik menuju Bandung, seperti di kawasan Malangbong dan sekitar pasar, serta adanya insiden kendaraan terguling.
“Bus datang terlambat karena macet. Jadi situasi di lapangan cukup padat,” katanya.
Ia menambahkan, penumpang yang telah menunggu di lokasi cenderung langsung naik ke bus saat kendaraan tiba, sehingga kapasitas kursi tidak terkendali dan penumpang tiket online tidak sempat diprioritaskan.
“Karena situasi mudik, begitu bus datang penumpang langsung naik. Sementara yang online tidak sempat diprioritaskan karena kurangnya informasi di lapangan,” jelasnya.
Meski sempat menimbulkan ketidaknyamanan, pihak terminal mengklaim telah memberikan penjelasan kepada penumpang yang terdampak.
“Sudah kami jelaskan kepada penumpang. Situasi kemarin bisa diatasi,” tambahnya.
Sebelumnya, salah satu pemudik, Rafa (19), mengaku kecewa karena tidak mendapatkan kursi sesuai jadwal keberangkatan, meski telah memesan tiket secara online beberapa hari sebelumnya.
“Saya sudah pesan online dari hari Minggu. Datang jam 09.00 untuk keberangkatan jam 11.00, tapi yang online malah tidak kebagian tempat,” ujarnya.
Rafa menilai penumpang dengan tiket online seharusnya diprioritaskan karena telah memiliki nomor kursi.
“Harusnya yang online diprioritaskan karena sudah pilih kursi,” katanya.
Keluhan serupa juga disampaikan Siti (33), pemudik yang membeli tiket langsung di lokasi. Ia mengaku kebingungan karena minimnya informasi terkait sistem keberangkatan.
“Saya tidak daftar online karena tidak tahu. Harusnya ada pemberitahuan yang lebih jelas,” ucapnya.
Menanggapi hal tersebut, Asep memastikan pihaknya akan melakukan evaluasi, terutama dalam hal koordinasi petugas dan penyampaian informasi kepada penumpang.
“Kami akan perbaiki komunikasi di lapangan agar ke depan lebih tertib dan semua penumpang bisa terlayani dengan baik,” tandasnya.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






