ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, pusat-pusat perbelanjaan di Kabupaten Garut mulai dipadati warga. Lonjakan pengunjung ini dipicu isu perayaan Idulfitri yang kemungkinan berlangsung serentak.
Penentuan 1 Syawal sendiri masih menunggu hasil sidang isbat yang akan digelar oleh Kementerian Agama Republik Indonesia. Namun, kabar mengenai potensi kesamaan waktu Lebaran sudah lebih dulu beredar di tengah masyarakat.
Isu tersebut memunculkan beragam respons. Meski tidak menimbulkan polemik besar, sebagian warga mengaku khawatir, terutama terkait kesiapan menyambut hari raya.
ADVERTISEMENT
Daftar Lokasi Salat Idulfitri Muhammadiyah 20 Maret 2026 di Bandung
Berbagai persiapan pun mulai dilakukan, mulai dari menyiapkan kebutuhan makanan hingga keperluan keluarga lainnya.
Dampaknya, aktivitas di pusat perbelanjaan meningkat signifikan. Baik supermarket maupun pasar tradisional dipenuhi pembeli, seperti yang terlihat di Pasar Induk Ciawitali.
Sejak pukul 03.00 WIB, pasar tersebut sudah ramai diserbu warga yang berburu kebutuhan pokok.
Meski harga sejumlah bahan pokok penting (bapokting) mengalami kenaikan, hal itu tidak menyurutkan minat masyarakat untuk berbelanja.
Salah seorang warga, Isah (65), asal Kampung Margawati, mengaku sengaja datang lebih awal ke pasar untuk mengantisipasi kebutuhan Lebaran.
“Saya dengar katanya Lebaran tahun ini disatukan. Kalau sebelumnya kan berbeda, ada yang lebih dulu. Tapi bagi saya tidak masalah mau Lebaran bareng atau tidak,” ujarnya.
Ia mengaku kekhawatiran utamanya adalah soal kesiapan menyediakan kebutuhan keluarga jika Lebaran jatuh bersamaan.
“Yang saya khawatirkan itu takut belum siap menyediakan makanan untuk keluarga. Makanya saya ke pasar dari sekarang,” katanya.
Terkait kenaikan harga, Isah menilai kondisi tersebut sudah menjadi hal yang biasa terjadi menjelang hari besar keagamaan.
“Memang harga sayuran, bumbu, daging sapi dan ayam naik. Tapi itu sudah biasa dari dulu. Meski mahal, tetap dibeli karena memang kebutuhan,” ucapnya sambil tersenyum.
Ia pun berharap isu mengenai Lebaran serentak tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
“Saya berharap ini tidak jadi masalah. Mau bareng atau tidak, tidak akan memengaruhi keyakinan kita,” pungkasnya.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






