ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM –Sejumlah pemudik mengeluhkan sistem pemberangkatan bus di Terminal Cicaheum yang dinilai belum tertata dengan baik. Akibatnya, terjadi penumpukan penumpang hingga sebagian tidak mendapatkan tempat duduk meski telah memesan tiket secara online.
Berdasarkan pantauan di lokasi pada Rabu, 18 Maret 2026 sekitar pukul 11.00 WIB, antrean penumpang terlihat memadati area keberangkatan. Sejumlah petugas dari Dinas Perhubungan dan kepolisian tampak berjaga untuk memberikan arahan, namun kondisi di lapangan masih belum sepenuhnya tertib.
Salah seorang pemudik, Rafa (19), mengaku telah memesan tiket secara online sejak beberapa hari sebelumnya untuk rute Bandung–Pangandaran tujuan Ciamis. Ia bahkan datang lebih awal ke terminal, namun tetap tidak mendapatkan kursi sesuai jadwal keberangkatan.
ADVERTISEMENT
Masjid Mujahidin Bandung Gelar Salat Idulfitri di Lapangan Lodaya, Prediksi Jemaah Capai 7.000 Orang
“Saya sudah pesan online dari hari Minggu. Sengaja datang ke sini jam 09.00 WIB karena jadwal berangkat jam 11.00 WIB, tapi pas datang malah tidak kebagian tempat,” ujarnya.
Menurut Rafa, kondisi tersebut terjadi karena penumpang yang membeli tiket secara offline tetap diperbolehkan naik tanpa pengaturan yang jelas. Hal itu membuat penumpang online yang seharusnya memiliki nomor kursi justru tertunda keberangkatannya.
“Harusnya yang online diprioritaskan karena sudah pilih nomor kursi. Tapi karena banyak yang mudik, jadi saling cepat masuk saja, akhirnya ditunda,” katanya.
Ia mengaku sempat khawatir harus membayar ulang tiket akibat keterlambatan tersebut. Namun pihak agen bus memastikan dirinya tetap bisa berangkat tanpa biaya tambahan.
“Tadi sempat khawatir harus bayar lagi, tapi kata agen tidak usah. Tinggal menunggu bus berikutnya dan nanti diprioritaskan,” tambahnya.
Rafa berharap ke depan ada perbaikan sistem, terutama dalam pengaturan antara penumpang online dan offline agar tidak menimbulkan kekacauan.
“Kalau bisa sistemnya diperjelas. Yang online tetap diprioritaskan, tapi yang offline juga diatur. Jangan sampai nomor kursi yang sudah dipilih jadi tidak berlaku,” ucapnya.
Ia juga menyoroti minimnya jumlah petugas di lapangan yang dinilai menyebabkan situasi menjadi kurang kondusif.
“Petugas harus diperbanyak supaya tidak chaos. Jadi banyak yang bingung,” ujarnya.
Keluhan serupa disampaikan Siti (33), pemudik tujuan Pangandaran yang tidak memesan tiket secara online. Ia mengaku baru mengetahui adanya sistem digital saat tiba di terminal.
“Saya tidak daftar online karena tidak tahu. Tadi ke loket katanya tidak apa-apa, tapi sekarang diprioritaskan yang online dulu. Kalau masih kosong baru yang offline,” kata Siti.
Menurutnya, kurangnya sosialisasi membuat sebagian masyarakat, terutama yang tidak terbiasa dengan teknologi, mengalami kebingungan saat hendak mudik.
“Saya tidak terbiasa pakai teknologi, jadi tidak tahu ada sistem online. Harusnya ada pemberitahuan yang lebih jelas,” tambahnya.
Para pemudik berharap adanya pembenahan sistem, baik dari sisi teknis pemesanan maupun pengaturan di lapangan, agar arus mudik berjalan lebih tertib dan nyaman bagi seluruh penumpang.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






