KORANMANDALA.COM –Masjid Mujahidin Bandung akan menggelar salat Idulfitri 1447 Hijriah di Lapangan Softball Lodaya, Kota Bandung, pada Jumat, 20 Maret 2026. Pelaksanaan ini mengikuti keputusan Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada tanggal tersebut.
Eksekutif Administrasi Masjid Mujahidin Bandung, Budriana, mengatakan persiapan pelaksanaan salat Idulfitri saat ini telah mencapai sekitar 90 persen.
“Sejauh ini, alhamdulillah persiapan sudah sekitar 90 persen,” ujar Budriana saat ditemui pada Rabu, 18 Maret 2026.
Pemkot Bandung Lepas 259 Peserta Mudik Gratis ke Tasik-Surabaya
Ia menjelaskan, sejumlah persiapan yang dilakukan meliputi pemasangan sistem pengeras suara, penataan area salat, serta kesiapan petugas. Sedikitnya lebih dari 30 orang akan diterjunkan untuk mengatur jemaah dan mengelola infaq.
Dari sisi perizinan, panitia juga telah berkoordinasi dengan aparat keamanan. Petugas dari kepolisian, kelurahan, serta unsur RT dan RW setempat akan dilibatkan untuk menjaga ketertiban selama pelaksanaan salat Idulfitri.
Budriana menyebutkan, panitia melakukan persiapan ekstra untuk mengantisipasi lonjakan jumlah jemaah. Hal ini berkaitan dengan adanya perbedaan penetapan 1 Syawal antara Muhammadiyah dan pemerintah.
“Prediksi jemaah bisa mencapai 6.000 hingga 7.000 orang. Biasanya sekitar 1.000 sampai 2.000, tetapi jika ada perbedaan penetapan Lebaran, jumlahnya bisa meningkat berkali-kali lipat,” katanya.
Pelaksanaan salat Idulfitri dijadwalkan dimulai pukul 06.45 WIB. Bertindak sebagai khatib adalah Bendahara Umum PP Muhammadiyah, Prof. Hilman Latief, sementara imam salat akan dipimpin oleh Ustaz Uci Tarmana.
Panitia mengimbau jemaah untuk datang lebih awal, paling lambat pukul 06.30 WIB, guna menghindari keterlambatan dan kepadatan. Jemaah juga diminta membawa alas salat masing-masing karena tidak disediakan oleh panitia.
Selain itu, Masjid Mujahidin Bandung tetap akan menyelenggarakan salat Jumat pada hari yang sama, meskipun bertepatan dengan Hari Raya Idulfitri.
