ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Sidang perdana perkara dugaan penghinaan terhadap Suku Sunda dan komunitas suporter Persib, Viking Persib Club, dengan terdakwa Muhammad Adimas Firdaus Putra Nashihan alias Resbob digelar di Pengadilan Negeri Bandung, Senin (11/3/2026).
Dalam persidangan tersebut, Putri Regia (54), ibu dari terdakwa, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Sunda, khususnya warga Jawa Barat dan komunitas Viking Persib Club.
Permohonan maaf itu disampaikan saat ia menghadiri sidang anaknya di Bandung. Ia mengakui anaknya telah melakukan kesalahan dan berharap masyarakat dapat memaafkan.
ADVERTISEMENT
“Saya sebagai orang tua Daus memohon maaf kepada seluruh warga Sunda, khususnya masyarakat Jawa Barat dan komunitas Viking. Saya tahu anak saya bersalah,” ujar Putri Regia kepada awak media.
Ia menegaskan permohonan maaf tersebut disampaikan dengan tulus dari hati yang paling dalam.
“Saya mohon maaf lahir dan batin kepada seluruh warga Sunda, komunitas Viking, dan juga kepada Bapak Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Mohon maaf sebesar-besarnya,” katanya.
Putri Regia menjelaskan peristiwa yang menjerat anaknya terjadi karena kekhilafan.
“Anak saya khilaf pada saat itu, mungkin lepas kontrol,” ujarnya.
Ia mengaku merasa malu atas kejadian tersebut. Namun sebagai orang tua, ia merasa memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada masyarakat.
“Saya malu, jujur saya malu. Tapi bagaimanapun dia anak saya. Saya harus memohon maaf kepada seluruh warga Jawa Barat,” ungkapnya.
Putri Regia juga mengaku sempat terkejut ketika pertama kali mengetahui kasus yang menimpa anaknya. Saat peristiwa itu terjadi, ia sedang berada di Jakarta, sementara Daus berada di Surabaya untuk menjalani perkuliahan.
“Waktu kejadian saya kebetulan di Jakarta, sedangkan Daus di Surabaya karena kuliah di sana. Awalnya saya tidak tahu. Saya baru tahu dari teman yang memberi kabar,” jelasnya.
Setelah mengetahui peristiwa tersebut, ia mengaku langsung menasihati anaknya untuk meminta maaf kepada masyarakat.
“Saya bilang, ‘Kenapa bisa begitu?’ Dia bilang khilaf. Ya sudah, sekarang kita hadapi dan meminta maaf kepada semua warga Sunda,” katanya.
Menurutnya, sang anak tidak memiliki persoalan pribadi dengan masyarakat Sunda. Bahkan, ia mengaku memiliki banyak kerabat yang berasal dari Jawa Barat.
“Saya sendiri tidak punya masalah dengan orang Jawa Barat. Saya sering ke Bandung dan saya senang. Orang-orangnya sopan dan baik,” ujarnya.
Putri Regia juga menjelaskan latar belakang keluarganya yang berasal dari daerah berbeda. Ia berasal dari Padang, sementara ayah Daus berasal dari Gresik, Jawa Timur.
“Tidak ada konflik sama sekali dengan orang Sunda. Ipar dan sepupu saya juga banyak yang orang Sunda,” katanya.
Di akhir pernyataannya, Putri Regia berharap masyarakat dapat memaafkan kesalahan anaknya. Menurutnya, setiap manusia memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri.
“Sebagai manusia, apalagi kita seorang muslim, Allah saja Maha Pemaaf. Jadi kita harus saling memaafkan,” ujarnya.
Ia pun meyakini bahwa peristiwa ini dapat menjadi pelajaran bagi anaknya ke depan.
“Mungkin ada maksud Allah di balik semua ini, supaya Daus bisa menjadi pribadi yang lebih baik, lebih sadar diri, dan lebih fokus menjalani hidupnya,” pungkasnya.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






