KORANMANDALA.COM –Jajaran Polresta Bandung melakukan pengecekan langsung jalur strategis di wilayah timur Kabupaten Bandung, Jumat (6/3/2026). Langkah ini dilakukan untuk memastikan kesiapan pengamanan serta kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2026.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari persiapan menghadapi Operasi Ketupat Lodaya 2026 yang akan digelar menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Pengecekan jalur dimulai sekitar pukul 13.00 WIB dengan titik kumpul di Mapolresta Bandung. Rombongan kemudian bergerak meninjau jalur utama yang menjadi perlintasan kendaraan dari Bandung menuju wilayah timur Jawa Barat hingga Jawa Tengah, khususnya di jalur Cileunyi hingga Nagreg.
Jalur tersebut dikenal sebagai salah satu titik krusial yang kerap mengalami lonjakan volume kendaraan saat musim mudik Lebaran.
Kegiatan pengecekan dipimpin langsung Kapolresta Bandung, Aldi Subartono, didampingi Wakapolresta serta sejumlah pejabat utama Polresta Bandung, termasuk Kabag Ops, Kabag Logistik, Kasat Lantas, Kasat Reskrim, Kasat Intelkam, Kasat Samapta, Kasat Pamobvit, hingga jajaran fungsi pendukung lainnya.
Selain unsur kepolisian, kegiatan ini juga melibatkan sejumlah instansi terkait seperti Tentara Nasional Indonesia, Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung, BPBD Kabupaten Bandung, serta Satuan Polisi Pamong Praja.
Kolaborasi lintas instansi tersebut dilakukan untuk memastikan koordinasi pengamanan berjalan optimal dalam mengantisipasi lonjakan kendaraan selama masa mudik Lebaran.
Dalam kegiatan tersebut, rombongan memantau langsung kondisi jalan, termasuk titik rawan kemacetan dan lokasi yang berpotensi menimbulkan hambatan lalu lintas. Selain itu, dilakukan evaluasi terhadap kesiapan pos pengamanan, rekayasa lalu lintas, serta kesiapan personel di lapangan.
Kapolresta Bandung, Kombes Pol. Aldi Subartono, mengatakan pengecekan ini dilakukan guna memastikan seluruh unsur pengamanan siap sebelum pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2026.
“Kami ingin memastikan jalur mudik di wilayah Cileunyi hingga Nagreg benar-benar siap, baik dari sisi infrastruktur, personel, maupun koordinasi antarinstansi. Hal ini penting agar arus mudik dan balik dapat berjalan lancar, aman, dan nyaman,” ujarnya.
Ia menambahkan, sinergi antarinstansi menjadi kunci untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan, mulai dari kemacetan hingga kecelakaan lalu lintas.
“Kami terus berkoordinasi dengan TNI, Dishub, BPBD, Satpol PP, dan instansi terkait lainnya agar penanganan di lapangan dapat dilakukan secara cepat dan terintegrasi,” katanya.
Melalui langkah preventif ini, Polresta Bandung berharap pengamanan arus mudik dan balik Lebaran 2026 di wilayah Kabupaten Bandung dapat berjalan lancar sehingga masyarakat dapat merayakan hari raya dengan aman dan nyaman.
