Daerah

MUI Jabar Ingatkan Pentingnya Pendidikan Agama Sejak Dini di Bulan Ramadan

KORANMANDALA.COM –Ketua Bidang Informasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat, Muchsin Al Fikri, menekankan pentingnya peran keluarga dalam menanamkan nilai-nilai ibadah kepada anak sejak usia dini, terutama pada momentum bulan Ramadan.

Menurutnya, pembiasaan ibadah seperti salat dan puasa perlu mulai diajarkan sejak kecil agar anak terbiasa menjalankan ajaran agama ketika telah dewasa.

“Ada hadis yang menyebutkan pada usia tujuh tahun anak mulai dibiasakan untuk salat. Bahkan ada anjuran diberikan teguran yang sifatnya mendidik jika menolak, tentu dengan cara yang edukatif,” ujar Muchsin saat dihubungi, Sabtu (7/3/2026).

ADVERTISEMENT

71.433 Pelajar di Bandung Terindikasi Alami Masalah Mental, Psikolog: Generasi Z dan Alfa Lebih Rentan

Ia menjelaskan, sebelum memasuki usia tersebut, anak tetap perlu diperkenalkan dengan ibadah secara bertahap dan dengan pendekatan yang lebih lembut.

“Kalau usia lima atau empat tahun sudah mulai diajarkan, tetapi masih bersifat moderat. Misalnya puasa boleh setengah hari terlebih dahulu. Namun ketika sudah tujuh tahun, mulai dibiasakan lebih disiplin,” katanya.

Muchsin menilai pendidikan agama yang dimulai sejak dini akan lebih mudah tertanam dalam diri anak dibandingkan jika baru diajarkan saat mereka beranjak dewasa.

“Pendidikan sejak dini biasanya lebih kuat tertanam. Kalau sudah besar, biasanya lebih sulit untuk membiasakannya,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pengurus masjid agar tidak bersikap keras terhadap anak-anak yang datang ke masjid, meskipun terkadang mereka masih bermain.

Menurutnya, keberadaan anak-anak di masjid seharusnya difasilitasi sebagai bagian dari proses pembelajaran.

“DKM jangan alergi kalau ada anak-anak di masjid. Kalau mereka bermain jangan langsung diusir, tetapi diarahkan agar tidak mengganggu. Mereka harus difasilitasi supaya terbiasa datang ke masjid,” katanya.

Muchsin menilai Ramadan merupakan momentum strategis bagi orang tua untuk membangun kebiasaan ibadah di lingkungan keluarga, seperti sahur bersama, berbuka puasa bersama, salat tarawih, hingga membaca Al-Qur’an.

“Nilai-nilai agama sangat strategis diterapkan di bulan Ramadan. Lingkungannya juga mendukung, sehingga di rumah harus diciptakan suasana religius,” ujarnya.

Ia mencontohkan, orang tua dapat memutar lantunan murottal Al-Qur’an di rumah agar anak terbiasa mendengar bacaan Al-Qur’an dibandingkan menonton televisi secara berlebihan.

“Memutar murottal Al-Qur’an itu baik. Anak-anak jadi terbiasa dengan suasana religius,” kata Muchsin.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa keluarga merupakan tempat pendidikan utama bagi anak, bahkan memiliki peran lebih besar dibandingkan sekolah.

“Pendidikan yang paling mendasar sebenarnya ada di rumah. Jadikan rumah sebagai madrasah bagi anak-anak,” ujarnya.

Muchsin juga menyoroti pentingnya peran ibu dalam proses pendidikan anak karena memiliki intensitas interaksi yang lebih besar di rumah.

“Ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya. Di rumah itulah anak mulai dikenalkan dengan nilai-nilai agama,” katanya.

Menurutnya, pendidikan di sekolah hanya bersifat pelengkap karena waktu anak di sekolah relatif singkat dibandingkan waktu yang mereka habiskan di rumah.

“Di sekolah hanya beberapa jam, selebihnya anak berada di rumah. Karena itu, pendidikan agama yang utama sebenarnya berada di lingkungan keluarga,” pungkasnya.

KoranMandala.com

Published by

Recent Posts

Bed RSUD Garut Baru 1.183, Kebutuhan Ideal 2.900

KORAN MANDALA – Kapasitas pelayanan rumah sakit di Kabupaten Garut masih menghadapi tantangan besar. Dengan jumlah…

2 jam ago

Area Bermain Keropos dan Wastafel Kering, Fasilitas Taman Cempaka Dikeluhkan pengunjung

KORAN MANDALA – Sejumlah fasilitas di Taman Cempaka atau Taman Fotografi, Jalan Taman Cempaka, Kelurahan…

3 jam ago

Hendak ke Masjid, Motor Warga Malangbong Raib Dicuri

KORAN MANDALA –Niat berangkat ke masjid pada Minggu dini hari (18/10/2026) justru membuat seorang warga…

4 jam ago

Kabar Gembira Persib! Notsuda Kirim Sinyal Comeback

KORAN MANDALA – Persib Bandung mulai mendapat angin segar terkait kondisi gelandang asingnya, Gakuto Notsuda. Setelah…

5 jam ago

Berdiri Sejak 1881, Ponpes Sukamiskin Jadi Saksi Panjang Sejarah Santri di Kota Bandung

KORAN MANDALA –Pondok Pesantren Sukamiskin di Jalan A.H. Nasution Nomor 128, Kota Bandung, menyimpan perjalanan…

6 jam ago

Polresta Batang Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Kekerasan terhadap Rombongan Persib U-18

KORAN MANDALA – Penanganan kasus kekerasan, perusakan bus, dan pencurian yang menimpa rombongan Persib U-18 di…

7 jam ago