Categories: Daerah

Warga Bekasi Protes Tower Telkomsel Dibangun di Atas Masjid

KORANMANDALA.COM – Warga di Kelurahan Medan Satria menolak keras rencana pembangunan tower telekomunikasi milik Telkomsel di atas bangunan Masjid Jami Medan Satria, Kota Bekasi.

Tower yang direncanakan memiliki tinggi sekitar 30 meter tersebut dinilai warga tidak hanya mengganggu kesucian tempat ibadah, tetapi juga berpotensi menimbulkan risiko keselamatan bagi para jamaah yang setiap hari beraktivitas di masjid tersebut.

Sejumlah warga mengaku keberatan dengan rencana pembangunan tersebut. Mereka menilai masjid seharusnya dijaga kesuciannya sebagai tempat ibadah, bukan dijadikan lokasi berdirinya menara telekomunikasi.

ADVERTISEMENT

“Masjid adalah tempat suci untuk beribadah. Kami khawatir jika tower setinggi itu dibangun di atas masjid, akan membahayakan jamaah dan mengganggu kekhusyukan ibadah,” ujar RH salah satu warga, pada Selasa (3/3/2026).

Warga juga mengaku telah menyampaikan keberatan tersebut kepada pihak terkait, termasuk pemerintah kelurahan dan kecamatan.

Namun hingga kini mereka menilai belum ada respons atau tindakan nyata dari pihak Lurah maupun Camat Medan Satria.

Menurut warga, persoalan ini bahkan sudah dua kali diberitakan media, tetapi belum juga mendapat perhatian serius dari pemerintah setempat.

Warga Pertanyakan Izin Pembangunan

Selain mempersoalkan lokasi pembangunan, warga juga mempertanyakan legalitas perizinan proyek tower tersebut, termasuk apakah telah melalui kajian teknis, keselamatan, serta persetujuan masyarakat sekitar.

Hingga saat ini belum ada penjelasan resmi dari pihak terkait mengenai dasar perizinan pembangunan tower di atas bangunan masjid tersebut.

Keberadaan tower di atas masjid juga memunculkan kekhawatiran akan potensi gangguan teknis maupun risiko kecelakaan yang dapat membahayakan jamaah dan masyarakat sekitar.

Desak Pemerintah Turun Tangan

Warga berharap Pemerintah Kota Bekasi, khususnya Wali Kota Bekasi, segera turun tangan meninjau langsung rencana pembangunan tower tersebut.

Mereka juga meminta pihak terkait untuk mempertimbangkan kembali proyek tersebut demi menjaga keselamatan masyarakat serta kesucian tempat ibadah.

“Pemerintah harus mendengar aspirasi warga. Jangan sampai pembangunan seperti ini justru menimbulkan keresahan di masyarakat,” kata warga lainnya.

Kasus ini menjadi sorotan karena pembangunan infrastruktur telekomunikasi seharusnya tidak hanya memperhatikan aspek teknis dan ekonomi, tetapi juga mempertimbangkan aspek sosial, budaya, serta keselamatan masyarakat di lingkungan sekitar. (BMB)

Published by

Recent Posts

Bed RSUD Garut Baru 1.183, Kebutuhan Ideal 2.900

KORAN MANDALA – Kapasitas pelayanan rumah sakit di Kabupaten Garut masih menghadapi tantangan besar. Dengan jumlah…

1 jam ago

Area Bermain Keropos dan Wastafel Kering, Fasilitas Taman Cempaka Dikeluhkan pengunjung

KORAN MANDALA – Sejumlah fasilitas di Taman Cempaka atau Taman Fotografi, Jalan Taman Cempaka, Kelurahan…

2 jam ago

Hendak ke Masjid, Motor Warga Malangbong Raib Dicuri

KORAN MANDALA –Niat berangkat ke masjid pada Minggu dini hari (18/10/2026) justru membuat seorang warga…

3 jam ago

Kabar Gembira Persib! Notsuda Kirim Sinyal Comeback

KORAN MANDALA – Persib Bandung mulai mendapat angin segar terkait kondisi gelandang asingnya, Gakuto Notsuda. Setelah…

4 jam ago

Berdiri Sejak 1881, Ponpes Sukamiskin Jadi Saksi Panjang Sejarah Santri di Kota Bandung

KORAN MANDALA –Pondok Pesantren Sukamiskin di Jalan A.H. Nasution Nomor 128, Kota Bandung, menyimpan perjalanan…

5 jam ago

Polresta Batang Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Kekerasan terhadap Rombongan Persib U-18

KORAN MANDALA – Penanganan kasus kekerasan, perusakan bus, dan pencurian yang menimpa rombongan Persib U-18 di…

6 jam ago