ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM –Isu konflik antara Israel dan Iran yang kembali memanas disebut belum berdampak signifikan terhadap aktivitas umrah KBIHU Istiqamah Bandung. Pihak manajemen mengaku telah menyiapkan strategi agar keberangkatan jemaah tidak terdampak langsung situasi geopolitik.
Konsultan Umrah KBIHU Istiqamah Bandung, Herdi, ST., M.Sn., mengatakan saat ini pihaknya memang sedang fokus pada persiapan umrah pascamusim haji.
“Dampaknya tidak terlalu besar bagi kami. Strategi kami memang fokus ke keberangkatan setelah musim haji,” ujar Herdi, Rabu (4/3/2026).
ADVERTISEMENT
6.047 Jemaah Umrah Sudah Kembali, Pemerintah Minta Calon Keberangkatan Pertimbangkan Penundaan
Menurutnya, berdasarkan analisis yang diterima manajemen, dampak ketegangan tersebut diperkirakan bersifat sementara.
“Perkiraannya paling lama sekitar empat minggu. Kami juga baru rapat, dan akan fokus keberangkatan Juli, Agustus, September, dan Oktober,” katanya.
Herdi menjelaskan, pihaknya memang tidak membuka paket umrah Ramadan dan akhir Ramadan tahun ini. Kebijakan itu sudah ditetapkan jauh sebelum isu konflik kembali mencuat.
“Alhamdulillah, Ramadan ini kami tidak membuka paket. Jadi tidak ada jemaah Istiqamah yang sedang di Tanah Suci,” jelasnya.
Untuk jemaah konsorsium yang bekerja sama dengan pihaknya, ia memastikan seluruhnya telah kembali ke Indonesia dengan selamat.
“Baru kemarin malam landing dengan selamat. Tidak seekstrem yang diberitakan. Ada maskapai yang terdampak, terutama yang transit. Dari awal kami memilih penerbangan direct seperti Cengkareng–Jeddah atau Jakarta–Madinah,” paparnya.
Terkait kemungkinan evakuasi darurat, Herdi menyebut hal tersebut belum diperlukan karena tidak ada jemaah yang sedang berada di Arab Saudi pada periode Ramadan.
Ia juga memastikan tidak ada kerugian finansial akibat situasi tersebut.
“Tidak ada penundaan atau pembatalan karena memang kami tidak membuka paket Ramadan,” katanya.
Meski begitu, ia mengakui tetap ada penyesuaian teknis di tingkat konsorsium pusat, khususnya terkait jadwal dan operasional maskapai.
Berdasarkan komunikasi dengan rekan di Tanah Suci, kondisi di Makkah dilaporkan tetap aman dan aktivitas ibadah berjalan normal.
“Alhamdulillah di Makkah aman-aman saja, kegiatan seperti biasa. Banyak jemaah juga fokus ibadah,” tuturnya.
Pihaknya pun memilih tidak menyebarkan informasi konflik di grup jemaah guna menghindari kepanikan.
“Kami tidak memposting informasi konflik supaya tidak menimbulkan kepanikan. Fokus ibadah saja,” tambahnya.
Sebagai penutup, Herdi berharap pemerintah terus aktif menjaga stabilitas dan memberikan perlindungan bagi penyelenggara serta jemaah umrah di tengah dinamika global.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






