ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Proyek galian kabel optik di sejumlah ruas jalan Kota Bandung menuai keluhan, khususnya dari pengemudi ojek online (ojol). Kondisi jalan yang berlubang, timbunan tanah yang belum rata, hingga minimnya penerangan di malam hari dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Agung (30), salah seorang pengemudi ojol, mengaku waswas saat melintas di area proyek, terutama pada malam hari.
“Ini sangat mengganggu, apalagi malam hari karena tidak kelihatan. Penerangannya juga kurang. Kalau bisa, pekerjaan galian itu jangan ditunda-tunda. Sekali kerja langsung beres dan jangan asal-asalan. Kalau kita celaka, siapa yang mau tanggung jawab?” ujarnya. Saat ditemui Senin 2/3/2026
ADVERTISEMENT
Galian Kabel Berulang, Farhan Hanya Panggil dan Evaluasi: Di Mana Tanggung Jawab pada Korban?
Keluhan serupa disampaikan driver ojol inisial F (43). Ia mengatakan lubang galian kerap tak terlihat, terutama ketika berkendara di belakang angkot atau mobil.
“Kalau lagi di belakang angkot atau mobil, lubangnya sering tidak kelihatan. Timbunannya juga kurang maksimal. Jadi bahaya,” katanya.
Menurutnya, kondisi tersebut semakin berisiko saat membawa barang pesanan.
“Kalau bawa barang, kadang bisa jatuh karena ada lubang yang timbunannya tidak rata. Kita memang harus waspada, tapi kadang saat lagi santai justru tidak terlihat kalau ada lubang yang belum rata,” tambahnya.
Bahkan menilai sebagian besar kondisi jalan di Kota Bandung masih belum ideal
“Menurut saya, 80 persen jalan di Kota Bandung itu jelek. Kalaupun nanti segera diselesaikan, kita lihat saja perubahannya seperti apa,” ucapnya.
Ia juga berharap adanya koordinasi yang lebih baik antar instansi agar perbaikan jalan tidak terkesan tumpang tindih.
“Harapannya ke depan harus ada koordinasi. Jangan sampai aspal baru dibenarkan, trotoar baru dirapikan, eh malah dibongkar lagi karena digali. Jadi terkesan tidak ada koordinasi,” tuturnya.
Sementara itu, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyatakan bahwa PT BII sebagai BUMD yang mendapat penugasan pembangunan infrastruktur pasif telekomunikasi telah menjamin penyelesaian sekaligus perapian proyek tersebut.
“IPT memastikan kepada PT BII sebagai BUMD yang mendapatkan tugas untuk menyelesaikan dan merapikan semuanya pada tanggal 5 Maret,” ujar Farhan.
Pemerintah Kota Bandung pun diharapkan dapat memastikan proses perbaikan berjalan sesuai target serta mengutamakan keselamatan pengguna jalan, khususnya para pengemudi roda dua yang paling terdampak kondisi galian terbuka di sejumlah titik kota.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






