ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menggagas penyediaan helikopter medis guna meningkatkan pelayanan kesehatan di wilayah terpencil Jawa Barat.
Fasilitas helipad rencananya akan dibangun di RSUD Jampang Kulon, Kabupaten Sukabumi, dan RSUD Pameungpeuk, Kabupaten Garut, agar pasien gawat darurat dapat dijemput dan dirujuk lebih cepat.
Gagasan tersebut muncul saat Dedi berbincang dengan Direktur RSUD Jampang Kulon, Lusi Apriani, yang mengungkapkan rumah sakitnya kerap mengalami kelebihan kapasitas pasien serta keterbatasan tenaga medis, terutama dokter spesialis yang enggan bertugas di daerah sulit dijangkau.
ADVERTISEMENT
Mudik Gratis 1447 H Dibuka! Pemkot Bandung Siapkan 250 Kursi ke Lima Kota Tujuan
Menanggapi kondisi itu, Dedi menawarkan solusi penyediaan helikopter untuk mendukung layanan kesehatan dan mobilitas tenaga medis.
“Atau perlu saya siapin heli? Ada helipad di situ enggak? Serius saya ini. Nanti saya mau kontrak sama heli, setahun kontraknya gubernur aja,” kata Dedi, dikutip dari kanal YouTube Lembur Pakuan Channel, Kamis (26/2/2026).
Ia menjelaskan, helikopter tidak hanya untuk evakuasi pasien gawat darurat, tetapi juga untuk mendukung kunjungan dokter spesialis ke daerah terpencil serta mempercepat rujukan ke rumah sakit dengan fasilitas lebih lengkap.
“Di mana heli itu nanti digunakan untuk dokter kunjungan, siapin helipednya bikinin. Jadi nanti itu termasuk untuk ngangkut pasien yang harus diangkut ke rumah sakit lebih besar,” ujarnya.
Melalui Dinas Kesehatan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan menyewa helikopter dengan skema kontrak satu tahun dan bersifat siaga panggil (on call).
“Nanti dinas kesehatan ada sewa heli setahun on call. Nanti rumah sakit Jampang Kulon, rumah sakit Pameungpeuk dilengkapi helipad, dan pemprov akan menyewa heli,” jelas Dedi.
Ia menegaskan, penyediaan helikopter tersebut bukan untuk kepentingan pribadi pejabat, melainkan sepenuhnya untuk pelayanan masyarakat di wilayah terpencil.
“Bukan untuk kepentingan gubernur keliling naik heli,” tegasnya.
Menurut Dedi, fokus utama program ini adalah mempercepat penanganan pasien serta menarik minat dokter spesialis agar bersedia memberikan layanan di daerah terpencil Jabar Selatan.
“Heli sebagai sarana cepat menangani pasien dan agar dokter-dokter spesialis itu mau berkunjung ke sana,” tandasnya.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






