KORANMANDALA.COM – Kemacetan rutin terjadi di pertemuan Jalan Raya Cibiru dan akses menuju Jalan Cibiru Hilir, Kabupaten Bandung, terutama pada pagi dan sore hari.
Titik tersebut menjadi pertemuan arus kendaraan dari jalan utama dengan kendaraan yang keluar-masuk kawasan permukiman.
Berdasarkan pantauan di lokasi pada Rabu (12/2/2026) sore, seorang petugas pengatur lalu lintas terlihat menghentikan sementara arus kendaraan di Jalan Raya Cibiru guna memberi kesempatan mobil keluar dari Jalan Cibiru Hilir.
5 Tempat Saur di Kota Bandung yang Buka 24 Jam, Enak dan Bikin Nagih!
Beberapa saat kemudian, petugas membuka tali pembatas jalan untuk memberikan akses kendaraan dari arah sebaliknya.
Saat arus dihentikan, kendaraan roda dua maupun roda empat tampak mengantre cukup panjang sebelum kembali bergerak perlahan. Kepadatan lalu lintas terlihat meningkat menjelang waktu pulang kerja.
Ali (22), warga sekitar yang hampir setiap hari melintasi jalur tersebut, mengatakan kemacetan di titik itu sudah menjadi rutinitas.
“Kalau pagi sama sore pasti macet. Sudah seperti jadwal,” ujarnya.
Keluhan juga disampaikan Rian (24), pengendara sepeda motor. Ia mengaku kerap merasa pengendara roda dua kurang mendapat prioritas saat pengaturan arus diberlakukan.
“Kadang motor harus berhenti dulu supaya mobil bisa menyeberang. Rasanya motor sering dipinggirkan,” katanya.
Menurut Rian, antrean sepeda motor bisa mengular hingga ke jalan kecil di sekitar lokasi ketika volume kendaraan meningkat pada jam berangkat dan pulang kerja.
“Sering menunggu lama, mobil lewat dulu, baru motor jalan. Kadang melelahkan, tapi memang harus sabar,” ucapnya.
Kemacetan di lokasi tersebut umumnya terjadi ketika arus kendaraan dari kawasan permukiman menuju jalan utama bertemu dengan kendaraan dari arah berlawanan dalam waktu bersamaan. Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai rencana penanganan kepadatan lalu lintas di titik tersebut.
