Daerah

Psikolog Unisba: Keterampilan Sosial dan Empati Kunci Cegah Pertemanan Posesif Remaja

KORANMANDALA.COM – Keterampilan sosial dan empati menjadi kunci utama mencegah pertemanan posesif serta kekerasan di kalangan remaja. Pembinaan relasi sosial sehat dinilai perlu dilakukan bersama oleh keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Dosen Fakultas Psikologi Universitas Islam Bandung, Stephani Raihana Hamdan, S.Psi., M.Psi., menegaskan keterampilan sosial remaja harus dibangun sejak dini di berbagai lingkungan kehidupan.

“Yang paling utama adalah membangun social skill. Remaja harus dilatih keterampilan sosialnya sejak di rumah, sekolah, dan lingkungan,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

Jejak Kontroversial Majed Alshamrani di Laga Persib vs Ratchaburi FC

Menurutnya, keterampilan sosial mencakup kemampuan komunikasi, kerja sama, empati, serta membangun hubungan positif.

“Remaja perlu belajar berkomunikasi sopan, bekerja sama, saling menolong, dan membangun dukungan sosial. Itu semua bagian dari keterampilan sosial,” katanya.

Ia menjelaskan, kemampuan tersebut terbentuk melalui interaksi sehari-hari dalam relasi keluarga maupun sekolah.

“Di keluarga ada hubungan orang tua–anak dan kakak–adik. Di sekolah ada teman sekelas, guru, dan kakak kelas. Semua itu ruang belajar sosial,” jelasnya.

Stephani juga menilai kegiatan positif berbasis kelompok penting untuk membangun relasi sehat pada remaja.

“Kegiatan kerja kelompok, organisasi, ekstrakurikuler, atau aktivitas komunitas melatih kerja sama, diskusi, kepemimpinan, dan kepatuhan pada aturan. Itu semua membangun relasi sehat,” ujarnya.

Ia menegaskan, menciptakan iklim sosial positif lebih efektif dibanding sekadar larangan.

“Tidak ada cara khusus menghindari posesif selain membangun hubungan sosial yang sehat. Kalau iklim relasi positif, kecenderungan toksik akan berkurang,” katanya.

Selain keterampilan sosial, empati dan altruisme juga dinilai penting untuk mencegah kekerasan remaja.

“Empati harus dilatih. Remaja perlu peka terhadap perasaan dan kesulitan orang lain. Kalau fokusnya menolong, dia tidak akan ingin menyakiti,” ujarnya.

Ia menilai kecenderungan kekerasan antar remaja kini kerap muncul tanpa melalui tahap relasi posesif terlebih dahulu.

“Sekarang sering langsung ke bullying atau kekerasan. Karena itu empati dan keinginan menolong harus diperkuat,” katanya.

Menurutnya, lingkungan sosial dapat menumbuhkan empati melalui keterlibatan remaja dalam kegiatan bersama.

“Remaja bisa dilibatkan dalam kegiatan warga atau komunitas. Ketika terbiasa menolong, pola pikirnya berubah dari menyakiti menjadi membantu,” jelasnya.

Psikolog menekankan pencegahan relasi toksik tidak dapat dibebankan hanya pada sekolah.

“Keluarga, sekolah, dan masyarakat harus bekerja sama. Semua lingkungan remaja harus mendukung relasi yang aman dan nyaman,” ujarnya.

Ia menambahkan, hubungan sosial sehat ditandai rasa aman dan saling percaya.

“Relasi yang sehat membuat individu merasa nyaman, dipercaya, dan didukung. Itu yang harus dibangun sejak remaja,” katanya.

Ia pun menutup dengan pesan pencegahan.

“Bangun empati, keterampilan sosial, dan kegiatan positif bersama. Itu fondasi utama mencegah pertemanan toksik dan kekerasan remaja,” pungkasnya.

KoranMandala.com

Published by

Recent Posts

Bed RSUD Garut Baru 1.183, Kebutuhan Ideal 2.900

KORAN MANDALA – Kapasitas pelayanan rumah sakit di Kabupaten Garut masih menghadapi tantangan besar. Dengan jumlah…

1 jam ago

Area Bermain Keropos dan Wastafel Kering, Fasilitas Taman Cempaka Dikeluhkan pengunjung

KORAN MANDALA – Sejumlah fasilitas di Taman Cempaka atau Taman Fotografi, Jalan Taman Cempaka, Kelurahan…

2 jam ago

Hendak ke Masjid, Motor Warga Malangbong Raib Dicuri

KORAN MANDALA –Niat berangkat ke masjid pada Minggu dini hari (18/10/2026) justru membuat seorang warga…

4 jam ago

Kabar Gembira Persib! Notsuda Kirim Sinyal Comeback

KORAN MANDALA – Persib Bandung mulai mendapat angin segar terkait kondisi gelandang asingnya, Gakuto Notsuda. Setelah…

4 jam ago

Berdiri Sejak 1881, Ponpes Sukamiskin Jadi Saksi Panjang Sejarah Santri di Kota Bandung

KORAN MANDALA –Pondok Pesantren Sukamiskin di Jalan A.H. Nasution Nomor 128, Kota Bandung, menyimpan perjalanan…

5 jam ago

Polresta Batang Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Kekerasan terhadap Rombongan Persib U-18

KORAN MANDALA – Penanganan kasus kekerasan, perusakan bus, dan pencurian yang menimpa rombongan Persib U-18 di…

6 jam ago