Kamis, 26 Februari 2026 9:32

KORANMANDALA.COMKantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat memastikan hasil pemantauan hilal 1447 Hijriah di seluruh titik rukyat di Jawa Barat pada Selasa (17/2/2026) petang tidak terlihat.

Pemantauan dipusatkan di Observatorium Albiruni Fakultas Syariah Universitas Islam Bandung dan melibatkan unsur pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan Islam, Badan Hisab Rukyat Daerah (BHRD), Pengadilan Agama, serta BMKG Bandung.

Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Jabar, Ali Abdul Latif, mengatakan berdasarkan hasil pengamatan, posisi hilal saat Matahari terbenam berada di bawah ufuk sehingga tidak memenuhi kriteria visibilitas.

Hilal Awal Ramadhan 1447 H Tak Terlihat di Bandung, BMKG: Berpotensi Teramati Esok Hari

“Kami dari Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat yang bertempat di Observatorium Al Biruni Unisba memastikan pada sore hari ini pukul 18.17 WIB hilal tidak terlihat,” ujar Ali, Selasa (17/2/2026).

Ia menjelaskan, ketinggian hilal saat magrib berada pada kisaran minus 2 derajat 24 menit 42 detik hingga 0 derajat 58 menit 47 detik.

“Kepastian hilal dapat terlihat ketika posisinya di atas 3 derajat. Sementara di seluruh Indonesia posisinya antara minus 2 derajat sampai 0 derajat, sehingga kemungkinan besar tidak akan terlihat,” katanya.

Menurut Ali, hasil pemantauan di Jawa Barat menunjukkan keseragaman di seluruh titik rukyat.

“Sampai saat ini di Jawa Barat dari enam sampai tujuh lokasi, baik di Al Biruni, Banjar, Pangandaran, Subang, dan Sukabumi, semuanya tidak terlihat,” ujarnya.

Secara nasional, lanjut dia, pemantauan hilal dilakukan di 98 titik di Indonesia. Hasilnya akan dilaporkan ke pusat sebagai bahan pertimbangan dalam sidang isbat yang dipimpin Menteri Agama.

“Ketidak-terlihatan hilal ini kami sampaikan hari ini juga ke Jakarta untuk sidang isbat. Keputusan 1 Ramadhan kita tunggu setelah sidang isbat,” katanya.

Ia menambahkan, karena hilal tidak terlihat, maka bulan Syaban digenapkan menjadi 30 hari.

“Kemungkinan besok kita masih di bulan Syaban, sehingga perkiraan awal Ramadhan jatuh pada Kamis. Namun kepastiannya menunggu keputusan sidang isbat Menteri Agama,” pungkasnya.

Exit mobile version