ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Kawasan Sarana Olahraga (SOR) Merdeka Kerkop di Jalan Merdeka, Haurpanggung, Kabupaten Garut, dipadati pengunjung pada Minggu (15/2/2026). Jumlah pengunjung diperkirakan mencapai 5 ribu orang, meningkat signifikan menjelang bulan Ramadan.
Lonjakan tersebut disebut sebagai akhir pekan terakhir sebelum memasuki bulan puasa. Pengunjung tidak hanya berasal dari wilayah Garut Kota, tetapi juga dari sejumlah kecamatan lain di Kabupaten Garut.
Mayoritas warga datang untuk berolahraga, khususnya berjalan dan berlari di lintasan yang telah diperbaiki. Namun, tak sedikit pula yang sekadar menikmati kuliner atau berbelanja di area UMKM yang tersedia.
ADVERTISEMENT
Satresnarkoba Polres Garut Bongkar Peredaran Tembakau Sintetis, Satu Pelaku Diamankan
Salah seorang pengunjung, Rosmawati (31), warga Andir, Bayongbong, mengaku kini lebih rutin datang ke SOR Merdeka dibanding sebelumnya.
“Dulu saya paling ke sini sebulan sekali, bahkan bisa lebih. Tapi setahun terakhir jadi lebih rutin, bisa tiga kali dalam sebulan. Sekarang lebih nyaman, fasilitasnya juga lumayan,” ujarnya.
PAD 2025 Capai Rp1,32 Miliar
Staf UPT SOR Merdeka sekaligus Koordinator UMKM Kerkop, Edi Gunardi, mengatakan peningkatan jumlah pengunjung berdampak langsung pada Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Alhamdulillah, PAD tahun 2025 dari SOR Merdeka mencapai Rp1,32 miliar. Ini meningkat dibanding 2022–2023. Dulu lintasan olahraga masih menggunakan krepel yang menimbulkan debu sehingga pengunjung kurang nyaman,” kata Edi, Senin (16/2/2026).
Menurutnya, setelah dilakukan perbaikan lintasan dengan pemasangan alas karet untuk berjalan dan berlari, jumlah pengunjung meningkat signifikan.
“Setelah ada perbaikan dan penataan fasilitas, pengunjung bertambah banyak. Mungkin karena lebih nyaman,” ujarnya.
Meski demikian, Edi mengakui tantangan tetap ada, terutama saat musim hujan.
“Karena konsepnya outdoor, kalau hujan dari pagi biasanya sepi dan itu berpengaruh terhadap pendapatan,” katanya.
Pengelola SOR Merdeka menerapkan tarif retribusi sesuai Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2025. Tarif masuk kendaraan roda dua sebesar Rp2.000, roda empat Rp4.000, dan pengunjung perorangan Rp2.000.
Sementara itu, pedagang amparan dikenakan retribusi Rp5.000 dan pedagang los Rp10.000.
Untuk menjaga keamanan, pengelola memasang kamera pengawas (CCTV) di sejumlah titik serta memberlakukan pencatatan nomor kendaraan pada tiket masuk guna mencegah kehilangan kendaraan.
Seiring meningkatnya jumlah pengunjung, keterbatasan lahan parkir menjadi perhatian utama pengelola. Edi mengaku tengah mengupayakan penambahan fasilitas parkir dengan konsep dua lantai.
“Keluhan utama selama ini soal lahan parkir. Kami berencana menambah area parkir dua lantai, sementara area parkir di bawah tidak lagi dipakai untuk berdagang,” ujarnya.
Rencananya, pembangunan parkir bertingkat akan dilakukan di area lapangan basket.
“Awal tahun ini kami ingin mulai penambahan lahan parkir lantai atas di area lapangan basket. Harapannya pendapatan bertambah dan PAD juga naik,” katanya.
Selain itu, pengelola juga menargetkan penataan lanjutan berupa pembangunan tribun mini yang diharapkan dapat terealisasi pada tahun ini.
Dengan berbagai pembenahan tersebut, SOR Merdeka diharapkan tidak hanya meningkatkan PAD, tetapi juga mengurangi kemacetan di sekitar kawasan akibat penumpukan kendaraan saat akhir pekan.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






