KORANMANDALA.COM –Memasuki usia ke-40 tahun, AA Abdul Rozak menggelar syukuran sederhana yang sarat makna spiritual. Momen tersebut tidak sekadar seremoni ulang tahun, melainkan refleksi perjalanan hidup sekaligus penguatan komitmen ke depan.
Dalam keterangannya, Rozak menegaskan bahwa usia 40 tahun memiliki makna khusus dalam ajaran Islam. Ia merujuk pada Surat Al-Ahqaf ayat 15 yang menyebut usia 40 tahun sebagai fase puncak kedewasaan.
“Bagi saya secara pribadi, kesempatan hari ini sangat istimewa. Rasulullah SAW mengajarkan bahwa ada satu ayat dalam Al-Qur’an yang secara khusus menyinggung usia 40 tahun, yakni dalam Surat Al-Ahqaf ayat 15. Di sana dijelaskan bahwa ketika seseorang menginjak usia 40 tahun, ia diajarkan untuk berdoa, mensyukuri nikmat, beramal saleh, dan bertaubat,” ujar Rozak.
Dion Markx Mulai Jatuh Cinta pada Bandung: Dari Adaptasi Sulit hingga Temukan Spot Ngopi Favorit
Kata dia yang juga merupakan Ketua Fraksi PKB kota Bandung, usia 40 tahun bukan sekadar angka, tetapi menjadi pengingat akan tanggung jawab moral dan spiritual. Secara psikologis maupun spiritual, fase ini dipandang sebagai titik kematangan, baik secara lahir maupun batin.
“Usia 40 adalah usia kematangan secara psikologi, baik lahir maupun spiritual. Ini menjadi pengingat bagi saya untuk terus memperbaiki diri dan memperkuat kontribusi kepada masyarakat,” katanya.
Syukuran ulang tahun tersebut dihadiri keluarga besar, kerabat, serta sejumlah tokoh masyarakat Ujung Berung. Acara berlangsung khidmat dengan doa bersama yang dipimpin oleh sembilan ulama.
Momentum ini, kata Rozak, menjadi titik refleksi untuk melangkah lebih bijak ke depan, dengan memperbanyak rasa syukur dan memperkuat nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.
