Kamis, 26 Februari 2026 9:37

KORANMANDALA.COMRusmana resmi terpilih sebagai Ketua MIO Indonesia Pengurus Daerah (PD) Kabupaten dalam Kongres Daerah (Kongresda) II yang digelar Sabtu (14/2/2026) di Bukit Tegal Malaka, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut.

Rusmana terpilih setelah melalui proses pemungutan suara yang diikuti tiga kandidat. Seluruh rangkaian Kongresda berlangsung lancar hingga penetapan hasil.

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Umum MIO Indonesia, AYS Prayogie, serta Ketua DPW MIO Indonesia Jawa Barat, Azhari.

Ketua DPRD Garut Aris Munandar: HJG ke-213 Momentum Wujudkan Garut Hebat dan Berkelanjutan

Dalam keterangannya, Prayogie menyebut pembentukan PD Garut menjadi bagian dari ekspansi organisasi secara nasional. Hingga 2026, MIO Indonesia telah membentuk lebih dari 120 PD di kabupaten/kota dan memiliki kepengurusan wilayah (DPW) di 27 provinsi.

“Pembentukan PD di Kabupaten Garut ini menjadi yang ke-120 sekian secara nasional. Sampai 2026, DPW sudah terbentuk di 27 provinsi,” ujarnya.

Ia menegaskan, perluasan struktur organisasi tersebut merupakan langkah strategis untuk memenuhi persyaratan menjadi konstituen Dewan Pers.

Menurutnya, secara administratif, syarat minimal adalah keterwakilan di 20 provinsi. Namun, MIO Indonesia membentuk 27 DPW sebagai langkah antisipatif saat proses verifikasi faktual dilakukan.

“Kita menjaga agar ketika divalidasi secara faktual, seluruh DPW yang sudah terbentuk, termasuk Jawa Barat, lengkap dari sisi legalitas dan keberadaan sekretariat,” katanya.

Prayogie menambahkan, keberadaan kantor sekretariat dengan alamat jelas, perangkat kerja, serta kelengkapan administrasi menjadi bagian penting dalam penilaian kelembagaan.

Selain itu, organisasi juga harus memiliki sedikitnya 200 media anggota yang telah terverifikasi secara faktual dan administrasi.

“Keterwakilan wilayah saja belum cukup. Kita juga harus menyiapkan 200 media online anggota MIO yang terverifikasi secara faktual dan data,” tegasnya.

Meski demikian, Prayogie menekankan bahwa legalitas badan hukum perusahaan media menjadi prioritas utama sebelum berbicara soal verifikasi.

Ia meminta seluruh anggota MIO, khususnya di Jawa Barat, memastikan perusahaan medianya berbadan hukum Perseroan Terbatas (PT), memiliki akta notaris, struktur komisaris dan direksi, serta Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) yang sesuai regulasi terbaru.

“Perusahaan media tidak boleh lagi berbentuk perorangan atau yayasan. Harus PT dengan legalitas yang jelas dan sesuai regulasi,” ujarnya.

Kepada Rusmana sebagai Ketua PD Garut terpilih, Prayogie berpesan agar fokus meningkatkan kualitas konten dan profesionalisme anggota.

Ia menekankan pentingnya perbaikan mutu pemberitaan, kepatuhan terhadap kode etik jurnalistik, serta penguatan manajemen perusahaan media agar organisasi tidak hanya besar secara struktur, tetapi juga kuat secara kualitas.

Dengan kepengurusan baru, PD MIO Indonesia Garut diharapkan mampu menjadi motor penggerak profesionalisme media online di daerah, sekaligus mendukung target nasional organisasi menjadi konstituen Dewan Pers.

Exit mobile version