Kepala Bidang Distribusi Perdagangan dan Pengawasan Kemetrologian Disdagin Kota Bandung, Meiwan Kartiwa (46), mengatakan salah satu upaya utama yang dilakukan adalah penyelenggaraan Bazar Murah Utama di 30 kecamatan.
“Yang dilakukan oleh Disdagin dalam membantu masyarakat mendapatkan harga barang kebutuhan pokok yang lebih terjangkau adalah mengadakan Bazar Murah Utama yang dilaksanakan di 30 kecamatan, satu hari di tiga lokasi,” ujarnya, Sabtu (14/2/2026).
Lonjakan Wisata Jelang Ramadan–Imlek, Wali Kota Bandung Ingatkan Waspada Penipuan Booking Hotel
Ia menjelaskan, pelaksanaan bazar dibagi dalam dua sesi. Sesi pertama digelar pada 9–13 Februari 2026, sedangkan sesi kedua berlangsung pada 2–6 Maret 2026. Kegiatan dilaksanakan mulai pukul 08.00 hingga 14.00 WIB.
Di setiap lokasi, tersedia 10 tenda yang menjual berbagai komoditas kebutuhan pokok langsung dari distributor. Komoditas yang ditawarkan antara lain beras SPHP, beras premium, minyak goreng, telur, terigu, gula pasir, daging sapi, ayam beku (frozen), sayur mayur, hingga layanan trade in LPG 3 kilogram ke LPG 5,5 kilogram atau 12 kilogram. Selain itu, bazar juga menghadirkan produk UMKM binaan kecamatan.
Tak hanya melalui intervensi pasar, Disdagin juga memperketat pengawasan untuk mencegah praktik penimbunan maupun spekulasi harga.
“Untuk mencegah praktik spekulasi, kami rutin melakukan monitoring harga dan ketersediaan barang ke pasar tradisional serta berkoordinasi dengan Satgas Pangan. Kami juga menginformasikan kepada masyarakat terkait perkembangan harga bahan pokok agar tidak ada spekulasi,” katanya.
Ia menegaskan, langkah tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas harga serta memastikan masyarakat tetap memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang wajar menjelang Ramadan.