Pemerintah Kota Bandung memastikan stok tetap aman dan menyiapkan langkah antisipasi guna menjaga daya beli masyarakat.
Kepala Bidang Distribusi Perdagangan dan Pengawasan Kemetrologian Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bandung, Meiwan Kartiwa (46), memaparkan pola kenaikan harga yang kerap terjadi setiap menjelang Ramadan.
Lonjakan Wisata Jelang Ramadan–Imlek, Wali Kota Bandung Ingatkan Waspada Penipuan Booking Hotel
“Tren harga barang kebutuhan pokok menjelang Ramadan setiap tahun ada sedikit kenaikan. Biasanya seminggu sebelum Ramadan hingga satu minggu awal Ramadan harga naik, kemudian dua minggu Ramadan cenderung turun, dan biasanya naik lagi satu minggu menjelang Idul Fitri,” ujarnya, Sabtu (14/2/2026).
Berdasarkan hasil pemantauan terbaru, ia menyebut harga kebutuhan pokok secara umum masih terkendali. Namun, cabai rawit merah mengalami kenaikan akibat meningkatnya permintaan dan faktor cuaca.
“Apabila melihat dari hasil monitoring kemarin, secara umum komoditas barang kebutuhan pokok harganya masih stabil seperti minggu sebelumnya. Yang mengalami sedikit kenaikan itu di harga cabai rawit merah. Hal ini disebabkan permintaan meningkat, sementara musim panen belum dimulai, ditambah cuaca ekstrem yang menyebabkan hasil panen tidak optimal,” jelasnya.
Ia memastikan distribusi barang ke pasar tradisional tetap berjalan lancar dan tidak terjadi kelangkaan.
“Alhamdulillah untuk Kota Bandung, stok dan distribusi yang masuk masih aman dan lancar,” katanya.
Sebagai langkah menjaga daya beli masyarakat, Pemerintah Kota Bandung akan menggelar Bazar Murah Utama di 30 kecamatan.
“Dalam upaya menjaga daya beli masyarakat, kita melaksanakan Bazar Murah Utama di 30 kecamatan,” ujarnya.
Menanggapi keluhan sebagian pedagang terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Meiwan menegaskan sejauh ini tidak ada gangguan distribusi akibat program tersebut.
“Sejauh ini, distribusi barang kebutuhan pokok ke pasar tradisional masih lancar, tidak sampai menyebabkan kelangkaan meskipun ada program MBG,” pungkasnya.