Daerah

Telkom Salurkan 4 Biodigester ke Petani Boyolali, Dorong Energi Bersih dan Ekonomi Sirkular

KORANMANDALA.COM – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk menyalurkan empat unit biodigester kepada masyarakat Dukuh Pokoh, Desa Musuk, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (6/2/2026).

Program ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang berfokus pada penguatan energi bersih dan pengelolaan limbah berbasis desa.

Penyaluran dilakukan melalui kolaborasi dengan Telkom University dalam kerangka inisiatif Digital Collaboration for Sustainability (DCS), yang mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya sektor energi terbarukan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

ADVERTISEMENT

Pemkot Bandung Perketat Razia Gelandangan Selama Ramadan 2026, 77 PMKS Terjaring

Serah terima biodigester dilakukan secara simbolis oleh Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat Telkom University, Jangkung Raharjo, kepada Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Dukuh Pokoh, Maryanto.

Prof. Jangkung mengatakan kolaborasi industri dan perguruan tinggi diperlukan untuk menghadirkan solusi teknologi yang tepat guna di tingkat masyarakat.

“Biodigester ini diharapkan dapat dikelola secara mandiri oleh warga. Tidak hanya sebagai sumber energi alternatif, tetapi juga untuk meningkatkan kemandirian ekonomi desa,” ujarnya.

Biodigester merupakan reaktor tertutup yang mengolah limbah organik, seperti kotoran sapi, melalui proses anaerob menjadi biogas. Selain menghasilkan energi terbarukan, sistem ini juga memproduksi bio-slurry sekitar 10–20 liter per hari yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik cair.

Ketua SDGs Center Telkom University, Dr. Runik Machfiroh, menyebut dukungan pendanaan dari Telkom Indonesia memungkinkan program pengabdian masyarakat tersebut berjalan dan memberikan dampak langsung bagi peternak.

“Program ini membantu masyarakat mengelola limbah peternakan secara berkelanjutan sekaligus memberi nilai tambah ekonomi,” katanya.

Sementara itu, Asisten Manager SDGs SRC Telkom Indonesia, Suleksono, berharap kelompok tani dapat menjaga keberlanjutan program tersebut.

“Jika berhasil dan terawat dengan baik, program serupa berpeluang dikembangkan di wilayah lain,” ujarnya.

Kegiatan ini turut dihadiri perwakilan Pemerintah Kabupaten Boyolali, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), serta unsur pemerintah kecamatan dan desa setempat.

Melalui program ini, Telkom Indonesia menargetkan tidak hanya penyediaan energi bersih di tingkat desa, tetapi juga mendorong penerapan ekonomi sirkular berbasis komunitas.

Koranmandala.com

Published by

Recent Posts

Bed RSUD Garut Baru 1.183, Kebutuhan Ideal 2.900

KORAN MANDALA – Kapasitas pelayanan rumah sakit di Kabupaten Garut masih menghadapi tantangan besar. Dengan jumlah…

28 menit ago

Area Bermain Keropos dan Wastafel Kering, Fasilitas Taman Cempaka Dikeluhkan pengunjung

KORAN MANDALA – Sejumlah fasilitas di Taman Cempaka atau Taman Fotografi, Jalan Taman Cempaka, Kelurahan…

1 jam ago

Hendak ke Masjid, Motor Warga Malangbong Raib Dicuri

KORAN MANDALA –Niat berangkat ke masjid pada Minggu dini hari (18/10/2026) justru membuat seorang warga…

3 jam ago

Kabar Gembira Persib! Notsuda Kirim Sinyal Comeback

KORAN MANDALA – Persib Bandung mulai mendapat angin segar terkait kondisi gelandang asingnya, Gakuto Notsuda. Setelah…

3 jam ago

Berdiri Sejak 1881, Ponpes Sukamiskin Jadi Saksi Panjang Sejarah Santri di Kota Bandung

KORAN MANDALA –Pondok Pesantren Sukamiskin di Jalan A.H. Nasution Nomor 128, Kota Bandung, menyimpan perjalanan…

4 jam ago

Polresta Batang Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Kekerasan terhadap Rombongan Persib U-18

KORAN MANDALA – Penanganan kasus kekerasan, perusakan bus, dan pencurian yang menimpa rombongan Persib U-18 di…

5 jam ago