ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Polemik terkait beredarnya foto dua anak yang terlihat membawa ompreng Makanan Bergizi Gratis (MBG) di kawasan Cicaheum akhirnya berakhir dengan klarifikasi terbuka dari para orang tua murid. Kesalahpahaman yang sempat muncul di media sosial kini telah diselesaikan secara kekeluargaan.
Sejumlah orang tua menegaskan bahwa momen dalam foto tersebut merupakan kejadian spontan yang kemudian disalahartikan setelah tersebar di luar grup internal sekolah.
Rahayu Siti Fatimah (28), salah satu orang tua murid, mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar di media sosial.
ADVERTISEMENT
“Harusnya jangan langsung menilai. Konfirmasi dulu supaya jelas duduk perkaranya. Kalau sudah tahu konteksnya, ternyata itu hanya momen biasa anak-anak,” ujarnya saat diwawancarai, Rabu (11/2/2026).
Ia menegaskan, para orang tua tentu mengutamakan keselamatan anak-anaknya.
“Kami pasti sayang pada anak. Tidak mungkin membiarkan mereka melakukan hal yang membahayakan,” katanya.
Hal senada disampaikan Mira Agustina (41), yang mengaku sebagai pengambil foto tersebut. Ia menjelaskan bahwa foto awalnya hanya dibagikan di grup internal orang tua murid.
“Itu foto saya, anak saya juga yang ada di situ. Awalnya hanya dibagikan di grup sekolah untuk ibu-ibu. Tidak ada maksud lain,” jelasnya.
Mira mengakui adanya kesalahpahaman setelah foto tersebut tersebar lebih luas di media sosial. Namun, ia bersyukur persoalan ini dapat diluruskan dengan komunikasi terbuka.
“Alhamdulillah sekarang sudah jelas. Harapannya ke depan lebih hati-hati agar tidak terjadi salah persepsi,” tuturnya.
Sementara itu, Hendra, orang tua murid yang sebelumnya mengunggah kekhawatiran di media sosial, juga menyampaikan klarifikasi. Ia menegaskan bahwa niatnya semata-mata karena rasa khawatir terhadap prosedur pembagian MBG.
“Maksud saya hanya ingin memastikan semuanya sesuai SOP. Saya khawatir kalau anak-anak ikut membantu membawa, takut ada risiko kesehatan. Tapi setelah dijelaskan, saya sekarang sudah paham,” ujarnya.
Ia pun memastikan persoalan tersebut telah diselesaikan dengan baik.
“Alhamdulillah semuanya sudah clear. Ini jadi pelajaran bersama agar komunikasi lebih baik lagi ke depan,” katanya.
Dengan adanya klarifikasi dari seluruh pihak, polemik mengenai foto tersebut dinyatakan selesai. Para orang tua berharap kejadian ini menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi dan saling memahami, sehingga tidak terjadi kesalahpahaman di tengah masyarakat.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






