ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Di tengah persoalan sampah pesisir yang kerap luput dari perhatian, Satpolairud Polres Garut turun langsung membersihkan pantai di wilayah Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut, Senin (9/2/2026). Kegiatan ini dilakukan sebagai tindak lanjut arahan Presiden Republik Indonesia dalam program Gerakan Indonesia Asri (Aman, Sehat, dan Indah).
Aksi bersih-bersih pantai tersebut digelar di Marsheling Area Yonif TP 890/GS dan dimulai sejak pukul 08.00 WIB. Kegiatan ini menjadi simbol sinergi lintas sektor antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan unsur masyarakat dalam menjaga kebersihan kawasan pesisir.
Personel Satpolairud Polres Garut bersama jajaran Komando Batalyon Infanteri TP 890/GS, Forkopimcam Kecamatan Cikelet, Balawista, serta Dishub Pelayaran dan Keselamatan, tampak menyisir area pantai dan mengangkut sampah organik maupun anorganik yang berserakan di sepanjang garis pantai.
ADVERTISEMENT
Alarm Darurat Bandung: 10 Ribu Siswa Alami Gangguan Mental Sepanjang 2025
Tak sekadar memungut sampah, petugas juga memberikan imbauan langsung kepada warga agar tidak menjadikan pantai sebagai tempat pembuangan sampah, sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga ekosistem pesisir.
Kasatpolairud Polres Garut IPTU Aep Saprudin menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan hanya bersifat simbolis, melainkan bagian dari upaya membangun kesadaran jangka panjang.
“Pantai merupakan aset alam yang harus dijaga bersama. Kegiatan ini bukan sekadar bersih-bersih, tetapi upaya membangun kesadaran kolektif agar lingkungan pesisir tetap terjaga dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menambahkan, keterlibatan berbagai unsur dalam kegiatan tersebut menunjukkan bahwa persoalan kebersihan pantai tidak bisa dibebankan pada satu pihak saja.
Antusiasme peserta dari berbagai instansi terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Aksi bersih pantai berjalan aman, tertib, dan kondusif, tanpa adanya kejadian menonjol.
Melalui kegiatan ini, aparat berharap semangat menjaga kebersihan pantai tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi kebiasaan masyarakat pesisir dalam kehidupan sehari-hari.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT





