Kamis, 26 Februari 2026 20:50

KORANMANDALA.COMPemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan pasokan komoditas pangan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri 2026. Sejumlah komoditas strategis bahkan diprediksi mengalami surplus dalam tiga bulan ke depan, terhitung mulai Februari hingga April 2026.

Komoditas yang diproyeksikan surplus antara lain beras, jagung, daging sapi/kerbau, daging ayam, serta cabai rawit.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat, Linda Al Amin, mengatakan ketersediaan beras di Jawa Barat dalam tiga bulan ke depan mencapai 3,1 juta ton, sementara kebutuhan masyarakat diperkirakan hanya 1,5 juta ton.

Menguak Fakta di Balik Misteri Rumah Gurita Bandung yang Sering Salah Disangka

“Dengan angka tersebut, Jawa Barat dipastikan mengalami surplus beras,” ujar Linda, Jumat (6/2/2026).

Selain beras, komoditas jagung juga berada dalam kondisi surplus. Kebutuhan jagung selama Februari hingga April 2026 diperkirakan mencapai 325.471 ton, sedangkan ketersediaannya mencapai 493.153 ton.

Untuk komoditas daging sapi dan kerbau yang biasanya mengalami lonjakan permintaan saat Idulfitri, Linda memastikan pasokan masih dalam kondisi aman. Ketersediaan daging sapi/kerbau tercatat 60.448 ton, sementara kebutuhan masyarakat diperkirakan 39.815 ton.

Linda juga menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan daging ayam.

“Daging ayam dalam kondisi surplus. Ketersediaannya mencapai 392.609 ton, sedangkan kebutuhannya sekitar 211.051 ton,” katanya.

Komoditas lain yang kerap menjadi perhatian menjelang Ramadan dan Idulfitri, yakni cabai rawit, juga dipastikan aman. Ketersediaan cabai rawit diperkirakan mencapai 55.688 ton, sementara kebutuhannya sekitar 35.483 ton.

Menurut Linda, prediksi surplus pangan selama tiga bulan ke depan diperkuat oleh kondisi neraca pangan pada Januari 2026. Dari 12 komoditas pangan strategis yang dipantau, termasuk beras, cabai rawit, bawang merah, bawang putih, daging ayam, dan daging sapi, seluruhnya tercatat dalam kondisi surplus.

Guna membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan sekaligus menjaga stabilitas harga selama Ramadan dan Idulfitri, Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan menggelar Gerakan Pangan Murah. Kegiatan ini direncanakan berlangsung di 27 kabupaten dan kota se-Jawa Barat.

Koranmandala.com

Exit mobile version