ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Kementerian Kehutanan memastikan pemilihan pengelola Bandung Zoo ke depan akan dilakukan secara ketat dengan menitikberatkan pada rekam jejak dan kompetensi lembaga konservasi.
Langkah ini diambil sebagai respons atas konflik pengelolaan yang terjadi belakangan dan dinilai menjadi pelajaran penting bagi pemerintah.
Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Kehutanan, Satyawan Pudyatmoko, menegaskan bahwa proses perizinan dan penunjukan pengelola kebun binatang tidak boleh lagi dilakukan tanpa standar yang kuat dan terukur.
ADVERTISEMENT
Sisi Gelap Apartemen Transit di Bandung, Maraknya Prostitusi Daring
“Kami akan memilih lembaga konservasi yang berkualitas dan kompeten, sehingga permasalahan serupa tidak terulang,” kata Satyawan di Balai Kota Bandung, Kamis (5/2/2026).
Menurutnya, lembaga konservasi yang diberi kepercayaan mengelola Bandung Zoo harus memiliki rekam jejak yang baik, profesional, serta mampu menjamin kesejahteraan satwa dalam jangka panjang. Penilaian tidak hanya bertumpu pada kelengkapan administrasi, tetapi juga mencakup kemampuan teknis dan kualitas sumber daya manusia.
“Pengelola harus memiliki tenaga ahli yang memadai, seperti dokter hewan dan animal keeper yang berpengalaman, serta didukung kemampuan investasi dan rencana pengelolaan jangka panjang yang jelas,” ujarnya.
Satyawan menegaskan, seluruh satwa yang berada di Bandung Zoo merupakan satwa titipan milik negara. Oleh karena itu, negara memiliki kewenangan penuh untuk menentukan pihak yang paling layak dan bertanggung jawab dalam pengelolaannya.
“Satwa adalah milik negara yang dititipkan kepada lembaga konservasi. Negara berkewajiban memastikan pengelola yang dipilih benar-benar mampu menjaga kesejahteraan satwa,” tegasnya.
Saat ini, pemerintah pusat bersama Pemerintah Kota Bandung masih menjalankan skema transisi guna memastikan perawatan sekitar 711 satwa tetap berjalan dan operasional dasar kebun binatang tidak terhenti. Namun, skema tersebut bersifat sementara hingga pengelola baru yang memenuhi standar ditetapkan.
“Ke depan, proses seleksi ini akan menjadi kunci. Kami tidak ingin sekadar mencari pengelola, tetapi pengelola yang tepat dan berintegritas,” kata Satyawan.
Ia berharap, melalui seleksi yang ketat dan berbasis rekam jejak, Bandung Zoo dapat dikelola secara lebih profesional dan berkelanjutan, sekaligus memulihkan kepercayaan publik terhadap lembaga konservasi di Indonesia.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






