ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Aktivitas terminal bayangan di kolong Jembatan Tol Cisumdawu, tepatnya di kawasan Cileunyi, Kabupaten Bandung, menyisakan persoalan serius.
Meski ramai digunakan sebagai titik naik-turun penumpang, keberadaan lokasi tersebut dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan sekaligus memicu kemacetan, terutama pada jam-jam sibuk.
Pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah angkutan umum dan kendaraan travel berhenti langsung di badan jalan untuk menaikkan maupun menurunkan penumpang. Kondisi ini semakin berisiko karena jalur penyeberangan penumpang bersinggungan langsung dengan arus kendaraan menuju akses Tol Cileunyi.
ADVERTISEMENT
Yayasan Margasatwa Tamansari Tolak Penertiban Satpol PP di Kebun Binatang Bandung
Seorang warga sekitar, Ujang (47), mengaku situasi tersebut telah berlangsung lama dan kerap menimbulkan kemacetan hingga nyaris kecelakaan.
“Hampir tiap hari macet, apalagi pagi sama sore. Kendaraan berhenti sembarangan, penumpang nyebrang langsung ke jalan. Kalau lagi ramai, ngeri lihatnya,” ujar Ujang, Kamis (5/2/2026).
Menurutnya, posisi terminal bayangan yang berada tepat di bawah jembatan tol membuat jarak pandang pengendara terbatas. Hal itu dinilai sangat berbahaya, terutama bagi kendaraan yang melaju dengan kecepatan tinggi.
“Ini kan jalur ke tol, motor sama mobil banyak yang kencang. Tiba-tiba ada orang nyebrang atau mobil ngerem mendadak, risikonya besar,” tambahnya.
Bahaya serupa dirasakan penumpang angkutan umum. Dowi (23) mengaku terpaksa menggunakan terminal bayangan tersebut karena dinilai lebih praktis, meski sadar akan risikonya.
“Sebenarnya takut, soalnya turun langsung ke jalan. Kendaraan banyak, nggak ada zebra cross atau pengamanan. Tapi mau gimana lagi, kalau nunggu di tempat resmi jauh,” katanya.
Sementara itu, pengguna jalan lain, Rina, menilai kemacetan kerap terjadi karena kendaraan angkutan menunggu penumpang dalam waktu cukup lama.
“Kadang mobil ngetem lama, jadi macet. Motor sama mobil lain jadi susah lewat,” ujarnya.
Warga pun berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait segera turun tangan menertibkan aktivitas terminal bayangan tersebut. Selain mengganggu kelancaran lalu lintas, keberadaannya dinilai mengancam keselamatan masyarakat.
“Kalau dibiarkan terus, takutnya nanti ada korban. Jangan nunggu kejadian dulu baru bergerak,” pungkas Ujang.
Keberadaan terminal bayangan di kawasan strategis seperti akses Tol Cisumdawu menjadi sorotan, mengingat fungsi jalan tersebut seharusnya steril dari aktivitas naik-turun penumpang demi keselamatan dan kelancaran lalu lintas. (Muhammad Farhan Rizqi/MG)
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






